Minat Warga Sulut Investasi di Bursa Tinggi

NERACA

Manado  - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut, Darisman mengatakan, animo masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berinvestasi di pasar modal cukup tinggi hingga bulan Oktober 2020 mencatatkan pertumbuhan dua digit. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi saham maupun kepemilikan saham yang mengalami pertumbuhan dua digit,”Hingga Oktober 2020 jumlah transaksi saham mencapai Rp330,27 miliar atau tumbuh sebesar 71,63% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2019 yang hanya Rp192,43 miliar,”ujarnya di Manado, kemarin.

Dirinya juga menambahkan, kepemilikan saham di bulan Oktober 2020 mencapai Rp355,85 miliar tumbuh sebesar 44,28% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2019 hanya Rp246,63 miliar. Ke depan, katanya, OJK akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi, agar masyarakat lebih banyak mengenal produk investasi yang ada di Sulut.

Sementara Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI)Sulut, Mario Iroth mengatakan, pihaknya terus meningkatkan sosialisasi pasar modal di Provinsi Sulut pada normal baru ini. Hal ini, lanjutnya, untuk memberikan pemahaman pada masyarakat dan calon investor agar lebih memahami strategi dalam berinvestasi.”Memberikan informasi tentang strategi-strategi investasi kepada para masyarakat yang sudah jadi investor, juga banyak melakukan kolaborasi dengan pelaku pasar (investor dan trader) nasional yang sudah berpengalaman untuk bisa share strategi mereka ke masyarakat Sulut,"jelasnya.

BEI, kata dia, akan terus menjalankan fungsinya sebagai fasilitator perdagangan saham di pasar modal Indonesia."BEI berharap untuk terus berkembang menjadi bursa yang kompetitif dan mampu bersaing dengan bursa-bursa lain di dunia," katanya. Dengan demikian, lanjut dia, BEI juga semakin kuat, kokoh, serta berkelanjutan, untuk menjadi pilar kemajuan perekonomian Indonesia.

Di tengah pandemi Covid-19, dominasi kepemilikan investor domestik tahun lalu tercatat tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Dari Rp3.491 triliun jumlah kepemilikan saham yang tercatat di BEI, 50,44% merupakan milik investor ritel domestik dan sedangkan 49,56% dimiliki investor asing. Investor ritel domestik juga mendominasi atas rata-rata nilai transaksi harian bursa. Data rata-rata nilai transaksi harian secara tahunan (year to date) Januari hingga November 2020 yang berjumlah Rp8,42 triliun, sebanyak 45,9% di antaranya dikontribusikan oleh aktivitas transaksi yang dilakukan oleh investor ritel dan tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Dominasi investor ritel domestik juga terjadi atas frekuensi transaksi di BEI. Secara tahunan frekuensi rata-rata transaksi di 2020 meningkat 31,98% menjadi 619.000 kali transaksi dari 469.000 kali transaksi di 2019 dan merupakan capaian tertinggi. Menteri Kordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto pernah bilang, pesatnya pertumbuhan investor ritel di pasar modal saat pandemi, dinilai akan membantu ekonomi Indonesia pulih dan lebih stabil di 2021. (ant/bani)

 

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…