Patut Diketahui, Ini Bedanya Vaksin dan Imunisasi

 

 

Pemerintah telah menetapkan jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 31 Desember 2020 lalu menetapkan 7 vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Tujuh vaksin tersebut adalah PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, Sinovac, dan Pfizer. Sebelum maraknya vaksin di tengah pandemi, istilah imunisasi telah lebih dulu dikenal di Indonesia.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui akun Instagram sedikit membahas tentang pengertian vaksin dan imunisasi. "Masih bingung apa bedanya vaksin dengan imunisasi? Yuk, cari tahu," tulis akun tersebut, beberapa hari lalu.

Imunisasi

Imunisasi merupakan upaya pembentukan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit. Sehingga, jika suatu saat seseorang terkena penyakit yang sama, diharapkan tidak akan sakit parah atau hanya mengalami penyakit ringan.

Imunisasi diselenggarakan pemerintah bekerja sama dengan masyarakat, swasta dan pihak-pihak terkait. Tujuan imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacaran akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) antara lain difteri, pertussis, tuberculosis (TBC), hepatitis, pneumonia, polio, rubella dan campak.

Pembentukan kekebalan tubuh manusia pada penyakit infeksi secara aktif bisa dilakukan alamiah melalui menderita langsung penyakit tersebut atau secara buatan melalui imunisasi. Ditambahkan dari laman Alodokter, banyak orang yang menganggap vaksinasi dan imunisasi sebagai hal yang sama, padahal memiliki makna berbeda. "Perbedaan vaksinasi dan imunisasi sering diabaikan karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu," tulis laman resmi Alodokter.

Vaksin

Bila imunisasi merupakan upaya, maka vaksin sendiri merupakan produk biologis berisi antigen yang jika diberikan pada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Vaksin akan membuat tubuh seseorang mengenali bakteri virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga, jika terpapar akan menjadi lebih kebal.

Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Sehingga dapat mencegah penularan maupun keparahan suatu penyakit. "Vaksinasi sendiri tidak menimbulkan penyakit. Vaksin yang sudah dipakai di masyarakat sudah dijamin keamanannya dan umumnya tidak menimbulkan reaksi simpang yang berat," tulis Disdik DKI.

Alodokter menjelaskan, vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif sebagai upaya memicu tubuh mengeluarkan antibodi terhadap penyakit tertentu. Berbeda dengan imunisasi pasif yang berarti tubuh diberikan antibodi dan bukan dipancing untuk menghasilkan ketahanan tubuh, misalnya suntikan imunoglobulin. Imunisasi aktif dapat bertahan lebih lama untuk jangka panjang hingga seumur hidup, sedangkan imunisasi pasif hanya bertahan dalam hitungan minggu hingga bulan.

 

BERITA TERKAIT

Disiplin ke Anak, Bisa Belajar Ilmu Parenting dari Orangtua Korea

    Banyak negara yang memiliki konsep dalam mendidik anak agar bisa disiplin. Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki…

Kurikulum untuk SMK Diubah

    Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) mengalami perubahan. Hal ini demi mendukung keterserapan lulusan pendidikan vokasi. Direktur Jenderal…

10 Tips Agar Meraih Beasiswa

    Memasuki awal 2021, bagi yang menginginkan mencari beasiswa untuk studi lanjutan maka perlu persiapan yang matang dan sedini…

BERITA LAINNYA DI

Disiplin ke Anak, Bisa Belajar Ilmu Parenting dari Orangtua Korea

    Banyak negara yang memiliki konsep dalam mendidik anak agar bisa disiplin. Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki…

Kurikulum untuk SMK Diubah

    Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) mengalami perubahan. Hal ini demi mendukung keterserapan lulusan pendidikan vokasi. Direktur Jenderal…

10 Tips Agar Meraih Beasiswa

    Memasuki awal 2021, bagi yang menginginkan mencari beasiswa untuk studi lanjutan maka perlu persiapan yang matang dan sedini…