Pelaku Usaha Diajak Manfaatkan Kebijakan Kemudahan Berusaha

NERACA

Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengajak para calon pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai kebijakan kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) yang diberikan pemerintah.


"Hal ini demi turut menciptakan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai dampak tekanan pandemi COVID-19," kata Yasonna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (3/12).


Hal tersebut disampaikannya saat mengisi kegiatan diskusi interaktif di Manado, Senin (30/11).


Yasonna mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah menyusun lima agenda prioritas untuk mewujudukan mimpi Indonesia Emas pada tahun 2045, salah satunya mengenai penciptaan lapangan kerja.

Presiden Joko Widodo meminta supaya setiap hal yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja diberikan ruang dan pelayanan yang sebaik-baiknya."Saya mengajak para calon pelaku usaha untuk tidak ragu segera memulai usahanya," ucap menteri 67 tahun itu.


Adapun salah satu kemudahan berusaha yang diberikan pemerintah dalam bentuk badan hukum baru berupa perseroan perorangan dengan tanggung jawab terbatas.


Perseroan terbatas yang bisa didirikan oleh hanya satu orang ini disebut sebagai terobosan khas Indonesia bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, konsep ini menghadirkan setidaknya enam keuntungan bagi pelaku UMK.


Pertama, perseroan perorangan dengan tanggung jawab terbatas merupakan bentuk badan hukum yang memberikan perlindungan hukum kepada para pelaku usaha melalui pemisahan kekayaan pribadi dan perusahaan dalam bentuk pernyataan modal, sekaligus memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan dari perbankan.


Selain itu, perseroan perorangan didirikan cukup dengan mengisi formulir pernyataan pendirian secara elektronik sehingga tidak memerlukan akta notaris, status badan hukumnya langsung diperoleh setelah mendaftarkan pernyataan pendirian dan mendapatkan tanda bukti pendaftaran.


Keuntungan selanjutnya, yakni dibebaskan dari kewajiban untuk mengumumkan dalam Tambahan Berita Negara sebagai bentuk penyederhanaan birokrasi.


Selanjutnya, bersifat one-tier, pemegang saham tunggal sekaligus merangkap sebagai direktur tanpa perlu adanya komisaris, serta membayar pajak yang lebih murah dibandingkan perseroan terbatas ataupun pajak penghasilan perorangan dan akan diberikan tenor pembayaran untuk waktu tertentu.


"Berbagai kelebihan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada sektor UMK dan angkatan kerja kita yang berjumlah lebih dari 138 juta jiwa," ucap Yasonna.


Ia berharap kehadiran perseroan perorangan dapat membuat angkatan kerja mengubah pola pikir dan lebih percaya diri untuk memilih menjadi pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Lebih lanjut, Yasonna mengatakan bahwa penyederhanaan birokrasi berbelit adalah upaya serta kebijakan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai tempat yang lebih ramah bagi kegiatan usaha.


Yasonna menyebutkan beberapa kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah untuk penyederhanaan birokrasi yang berbelit itu, di antaranya memangkas dan merevisi lebih dari 3.000 peraturan daerah terkait investasi pada 2016.


Dua tahun berselang, Presiden Jokowi juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang memangkas izin usaha dari semula 537 izin menjadi 237 izin melalui sistem Online Single Submission.


Semua kebijakan itu, kata dia, dipandang sebagai komitmen Pemerintah untuk meningkatkan kemudahan berusaha.


Berdasarkan laporan dari Bank Dunia, Indonesia saat ini berada di peringkat 73 dari 190 negara untuk kemudahan berusaha dan berupaya untuk masuk dalam peringkat lower forties.

Yasonna telah menerbitkan Permenkumham Nomor 14 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Permenkumham Nomor 4 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Pengesahan Badan Hukum dan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar serta Penyampaian Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dan Perubahan Data Perseroan Terbatas. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Sandiaga Minta KPK Awasi Program Kemenparekraf Cegah Korupsi

NERACA Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi…

Peserta Lelang Pergudangan Kargo AP2 Mengundurkan Diri

NERACA Jakarta - Demi meraih pendapat yang lebih besar, di tengah pandemi covid-19, PT Angkasa Pura 2 (Perseroan) ngotot menaikkan…

Komnas KIPI Terus Pantau Pelaksanaan Vaksinasi

NERACA Jakarta - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi COVID-19, termasuk mendengarkan laporan…

BERITA LAINNYA DI Hukum Bisnis

Sandiaga Minta KPK Awasi Program Kemenparekraf Cegah Korupsi

NERACA Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi…

Peserta Lelang Pergudangan Kargo AP2 Mengundurkan Diri

NERACA Jakarta - Demi meraih pendapat yang lebih besar, di tengah pandemi covid-19, PT Angkasa Pura 2 (Perseroan) ngotot menaikkan…

Komnas KIPI Terus Pantau Pelaksanaan Vaksinasi

NERACA Jakarta - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi COVID-19, termasuk mendengarkan laporan…