Pendapatan INPP Diproyeksikan Turun 48,94%

NERACA

Jakarta – Melorotnya performance kinerja keuangan akibat dampak pandemi Covid-19 memaksa PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) untuk fokus pada efisiensi. Perseroan sendiri sudah memproyeksikan pendapatan sepanjang tahun 2020 sebesar Rp. 440,52 miliar atau lebih rendah 48,94% dibanding tahun sebelumnya. “Hal ini banyak disebabkan oleh kondisi sebagai dampak dari pandemi yang terus berlangsung selama tahun 2020, dimana pemberlakukan pembatasan sosial di dalam dan di luar negeri menekan jumlah pengunjung hotel,”kata Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk, Taufik dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Adapun dengan kondisi tersebut, perseroan juga diperkirakai mengalami rugi usaha sebesar Rp. 42,21 miliar. Ekuitas di akhir tahun ini di proyeksikan di angka Rp. 6.298,73 miliar. Tingkat hunian pada tahun 2020 untuk perhotelan di proyeksikan di angka 28,78% dan komersial pada angka 88,11%. Dibandingkan dengan tahun 2019, tingkat hunian tahun 2020 diproyeksikan akan lebih rendah, hal ini merupakan dampak dari pandemi yang terus berlangsung selama tahun 2020.

Dirinya menilai, tahun depan akan menjadi momentum bagi perseroan untuk me-reset bisnis di sektor pariwisata. Prospek bisnis di tahun depan juga akan berangsur pulih meskipun banyak hal-hal yang masih belum bisa diprediksi. Tetapi secara prospek bisnis, perseroan juga akan mengembangkan segmen mall dan apartemen yang akan mengimbangi segmen perhotelan. “Kinerja mall dan apartemen akan saling membantu, sehingga akan memberikan prospek positif ke perusahaan,”jelasnya.

Sebagai informasi, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 336 miliar hingga kuartal ketiga 2020. Realisasi ini turun 50,55% jika dibandingkan dengan periode sembilan bulan 2019. Secara rinci, pendapatan INPP per 30 September 2020 masih didominasi oleh segmen komersial yakni sebesar Rp 212,4 miliar. Disusul oleh pendapatan dari segmen perhotelan senilai Rp 75,48 miliar dan penjualan properti senilai Rp 44,98 miliar.

Kata Taufik, penurunan kinerja INPP tidak terlepas dari menyebarnya virus Covid-19. Dimana kinerja sektor pariwisata menurun sebagai akibat atas perlambatan proses mobilitas antarnegara sejalan dengan upaya memitigasi risiko perluasan pandemi. INPP tercatat membukukan kerugian usaha senilai Rp 25,21 miliar hingga kuartal ketiga 2020. Namun, INPP masih membukukan laba bersih Rp 73,91 miliar, turun dari laba bersih pada kuartal ketiga 2019 yang mencapai Rp 1,94 triliun. Tingginya laba bersih INPP pada periode lalu disebabkan karena adanya laba penjualan investasi saham senilai Rp 1,58 triliun.

Perseroan telah dan akan terus mengambil langkah-langkah efisiensi yang sesuai dan bijaksana dalam rangka mempertahankan seluruh operasional bisnis. Sejumlah efisiensi yang telah dilakukan INPP antara lain mengurangi biaya overhead, seperti efisiensi karyawan berbasis kontrak, dan penghematan atas biaya-biaya lain seperti biaya buffet, breakfast, dan utilitas.

BERITA TERKAIT

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…