Golden Energy Cetak Laba US$ 63,96 Juta

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2020, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mencatatkan laba bersih US$ 63,96 juta  atau naik 40,47% dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar US$ 45,53 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara pendapatan  pada akhir kuartal tiga tahun 2020 sebesar US$ 783,86 juta  atau tumbuh 4,21% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 752,16 juta. Tapi beban pokok penjualan tercatat sebesar US$ 504,88 juta  atau tumbuh 0,15% dibanding akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar US$ 504,02 juta. Sehingga perseroan membukukan laba kotor  pada akhir kuartal III 2020 sebesar US$ 278,97 juta atau tumbuh 12,09% dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019 yang mencatat laba usaha US$ 248,14 juta.  

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai US$ 369,42 juta  atau  tumbuh 3,12% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 358,26 juta. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar US$ 393,68 juta atau mengalami penyusutan 6,79% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 422,37 juta. Adapun aset perseroan tercatat senilai US$ 763,1 juta atau turun 2,2% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai US$ 780,6 juta.

Kemudian arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat US$ 77,74 juta atau turun 22,06% dibandingkan akhir III 2019 yang tercatat US$ 99,71 juta. Sebagai informasi, tahun ini emiten pertambangan batu bara memproyeksikan pendapatan dan laba sama dengan pencapaian tahun lalu. Perseroan optimistis dapat membukukan pendapatan sekitar US$ 1,1 miliar.

Selain itu, perseroan juga memproyeksikan produksi batubara sepanjang tahun ini bakal melewati target yang direncanakan sebelumnya. Direktur Utama PT Golden Energy Mines Tbk, Bonifasius pernah bilang, hingga September 2020, produksi batubara GEMS sudah mencapai 23,9 juta ton. Raihan itu lebih tinggi 15,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 sebesar 20,7 juta ton. Namun melihat tren hingga September lalu, Bonifasius memproyeksikan batubara yang dapat diproduksi GEMS sepanjang 2020 bisa mencapai sekitar 32 juta ton. 

Bonifasius menjelaskan, di tengah pandemi covid-19 ini, porsi penjualan batubara domestik mengalami kenaikan dari 32% menjadi 38%. "Ya kami tidak mengalami kendala penjualan yang berarti, meskipun demand menurun. Karena kami memiliki kontrak dengan end user," ungkapnya.

 

BERITA TERKAIT

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…