Lagi, Mahaka Radio Suntik Modal Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) melakukan penambahan penyertaan modal pada PT Mahaka Digital Inovasi (MDI). Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor kepada MDI dari sebesar Rp20 juta menjadi Rp5,15 miliar.

Dari modal ditempatkan dan disetor tersebut, semula perseroan memiliki bagian sebanyak 15 saham atau 75% dari MDI dengan nilai Rp15 juta. Selanjutnya, MARI melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor sebanyak 3.855 saham dengan nilai nominal Rp3,85 miliar. Sehingga, perusahaan memiliki 3.870 saham dengan tingkat kepemilikan tetap 75%. “Transaksi ini dilakukan melalui penyetoran secara non-tunai [inbreng],” demikian kutipan laporan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, nilai penyertaan modal yang disetor oleh perseroan adalah sebesar Rp5,71 miliar. Nilai transaksi ini adalah 2,4% dari ekuitas MARI sesuai dengan laporan keuangan perusahaan pada 30 Juni 2020. Manajemen perusahaan menyatakan, transaksi ini dilakukan untuk mendukung upaya pengembangan perseroan di masa depan. Restrukturisasi diharapkan dapat menciptakan sinergi yang saling mendukung atau menguatkan dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Setelah transaksi ini, MARI masih menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 75% kepemilikan. Selanjutnya, PT Quatro Kreasi Indonesia memiliki 20% saham dan PT EMT Aset Indonesia memegang 5% saham MDI. Sebagai informasi, di kuartal tiga 2020, MARI membukukan rugi tahun berjalan yang dapat di atribusikan kepada entitas induk sebesar Rp15,46 miliar atau berbanding terbalik dari laba Rp20,90 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Kemudian pendapatan juga terkoreksi signifikan 52,74% menjadi Rp51,19 miliar dari pendapatan Rp108,34 miliar pada tahun sebelumnya. Beban umum dan administrasi perseroan tercatat lebih besar dari pendapatan perseroan Rp64,41 miliar, namun turun 8,46% pada kuartal ke III-2020 jika dibandingkan dengan beban umum dan administrasi perseroan pada periode yang sama tahun 2019 Rp70,36 miliar.

Rugi sebelum pajak penghasilan yang dibukukan oleh emiten Radio tersebut menjadi Rp17,54 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp32,30 miliar. Namun perseroan membukukan rugi per saham dasar yang dibukukan pada akhir kuartal III-2020 sebesar Rp-2,95 per saham berbanding terbalik dari laba Rp4,28 per saham dasar yang dibukukan pada periode yang sama tahun 2019.

BERITA TERKAIT

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…