Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA

Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi CCC-. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, kenaikan peringkat ini ditopang rampungnya restrukturasi pinjaman anak usaha perseroan. Disebutkan, surat utang senior senilai US$ 300 juta yang diterbitkan pada 2 Juni 2017 oleh anak usaha perseroan, yakni APL Realty Holdings Pte Ltd, juga mendapatkan kenaikan peringkat yang sama dengan peringkat pemulihan RR4.

Kata Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Land, F Justini Omas, surat utang senior berdominasi dollar AS tersebut dicatatkan dan diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading. Surat utang ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari perseroan dan beberapa entitas anak. Kemudian, peningkatan peringkat tersebut disebabkan oleh selesainya restrukturisasi pinjaman anak usaha perseroan, yakni PT Bali Perkasa Sukses. “Bali Perkasa Sukses merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan 63,0% yang memiliki Hotel Indigo Bali Seminyak,” ujar dia.

Peningkatan peringkatkan tersebut juga didukung kecukupan dana pada kas dan setara kas perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran kewajiban yang akan datang. Sebelumnya, Agung Podomoro Land dikabarkan berhasil membukukan penjualan unit properti (marketing sales) sebanyak Rp 2,4 triliun hingga akhir September 2020. Raihan ini meningkat 76% dari periode yang sama tahun 2019 senilai Rp 1,4 triliun.

Justini mengatakan, sebagian besar pencapaian tersebut dikontribusikan penjualan lahan industri di Karawang, Jawa Barat, seluas 175 hektare yang telah dituntaskan pada September 2020. Adapun, tahun ini, perseroan menargetkan total marketing sales mencapai Rp 2,7-3 triliun. Selain itu, raihan tersebut disumbangkan dari penjualan Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View, Cimanggis dan Podomoro City Deli di Medan. Secara keseluruhan, keempat proyek ini menyumbang sekitar 88% dari total marketing sales.

Hingga semester I-2020, perseroan memiliki lahan seluas 761,3 hektare yang dibagi menjadi dua area, yakni lahan seluas 323,8 hektare dalam pengembangan dan seluas 437,5 hektare untuk pengembangan mendatang. “Untuk lahan dalam pengembangan terletak di Jakarta dan sekitarnya seluas 59,1 hektare, Karawang seluas 5,7 hektare, Bogor seluas 91,2 hektare, Bandung seluas 117,0 hektare, Batam seluas 40,8 hektare, Medan seluas 5,2 hektar dan Balikpapan seluas 4,9 hektar,” jelas dia.

Sedangkan untuk pengembangan mendatang, perseroan memiliki lahan di Jakarta seluas 30,1 hektar, Karawang seluas 374,3 hektar, Bandung seluas 10,7 hektar, Bali seluas 7,4 hektar dan Makassar seluas 15 hektar.



BERITA TERKAIT

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…