Mitra Adiperkasa Cetak Rugi Rp 605,33 Miliar

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2020, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan rugi bersih Rp605,33 miliar atau memburuk dibanding priode yang sama tahun lalu masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp642,84 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Sementara pendapatan bersih perseroan pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar Rp10,16 triliun atau turun 34,02% dibanding periode yang sama tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp15,4 triliun. Tapi beban pokok penjualan dan beban langsung  tercatat sebesar Rp5,919 triliun atau turun 26,01% dibanding akhir kuartal III 2019, yang tercatat sebesar Rp8 triliun.

Sehingga perseroan membukukan laba kotor pada akhir kuartal III 2020 sebesar Rp4,25 triliun, atau  turun 42,56% dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019 yang mencatat laba kotor Rp7,409 triliun. Selain itu, pada sisi ekuitas  tercatat senilai Rp6,39 triliun atau  turun 13,29% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp7,37 triliun.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp12,08 triliun atau mengalami peningkatan 84,14% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp6,56 triliun. Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp18,48 triliun  atau naik 32,66% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai Rp13,93 triliun. Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat  minus Rp666,47 miliar  atau memburuk dibandingkan akhir III 2019 yang tercatat Rp1,117 triliun.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak berarti terhadap kinerja keuangan emiten ritel ini. Maka mensiasati kondisi tersebut dan menjaga kelangsungan usaha, perseroan sebenarnya telah melakukan berbagai langkah, seperti penghematan biaya sewa dan gaji. Masih dalam rangka efisiensi, perseroan juga memangkas anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk tahun buku 2020. Sebelumnya perseroan menganggarkan belanja modal Rp 1,2 triliun di tahun ini.

Wakil Presiden Direktur MAPI, V.P. Sharma pernah bilang, kemungkinan perseroan hanya menggunakan 30% dari target awal belanja modal di tahun ini atau hanya sekitar Rp 360 miliar dikarenakan situasi yang tidak menentu akibat penyebaran Covid-19. Dirinya menjelaskan, mayoritas anggaran belanja modal sudah terealisasi pada kuartal pertama tahun ini. Hanya proyek-proyek yang sangat penting dan esensial yang akan dilaksanakan pada semester kedua ini.

Kendati kinerja MAPI terkoreksi, namun analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya masih merekomendasi buy MAPI dengan target harga Rp 830.”Kami masih menyukai MAPI karena target pasar perusahaan tangguh dibandingkan dengan emiten retail lainnya," jelasnya dalam riset, Jumat (3/7).  Selain itu, sentimen positif lainnya adalah faktor musiman di kuartal empat yang memungkinkan penjualan lebih tinggi. Hal ini juga tercermin di kuartal empat tahun lalu.

 

BERITA TERKAIT

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…