Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA

Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi atau mandatory convertible bond. Maka untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, emiten produsen baja ini bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Selasa (24/11). Salah satu mata acara yang akan dibahas yakni penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) yang akan dikonversi dengan saham baru perseroan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Sebagai informasi, dibalik aksi korporasi perseroan juga memiliki risiko penurunan persentase kepemilikan saham pada saat konversi dilakukan. Pelaksanaan PMTHMETD yang dilakukan KRAS memiliki risiko terhadap pemegang saham publik yakni penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi. Hal itu akan terjadi pada saat jatuh tempo OWK atau tahun ketujuh sejak penerbitan.

Berdasarkan data Bloomberg, pemerintah saat ini memegang 15,47 miliar lembar atau 80% saham KRAS. Sisanya, 3,86 miliar lembar dipegang oleh masyarakat. Catatan kepemilikan Bloomberg menunjukkan ada sejumlah institusi asing yang mengempit saham KRAS hingga kuartal III/2020. Salah satunya California Public Employees Retirement System (CalPERS).

CalPERS merupakan pengelola dana pensiun publik di Negara Bagian California Amerika Serikat. Tercatat, institusi itu memegang 4,58 juta lembar saham KRAS pada kuartal III/2020. Selain itu, BlackRock Inc juga masih memiliki 22.595 saham KRAS per kuartal III/2020. Namun, posisi itu menciut dari 36,48 juta lembar pada kuartal II/2020.

Penerbitan OWK sendiri sejalan engan amanat Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 118/PMK.06/2020 tentang Investasi Pemerintah dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan memperbaiki posisi keuangan. Pemerintah menjadi investor dengan pelaksana investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). OWK yang akan diterbitkan perseroan sebanyak-banyaknya Rp3 triliun.

Kemudian instrumen itu akan dikonversi menjadi saham baru dalam perseroan dengan harga mengacu kepada 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler atau di tanggal penutupan bursa satu hari sebelum konversi OWK.

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim pernah bilang, pemberian dana pinjaman itu bertujuan mendukung program PEN. Emiten berkode saham KRAS itu juga mengambil momentum untuk memperkuat industri baja dari hulu hingga hilir sehingga kinerja perseroan semakin membaik ke depan.”Dari sisi penguatan keuangan ini juga memberikan keleluasaan untuk KRAS dalam mengelola dana sehingga akan semakin efisien,” tuturnya.

Perseroan sendiri, lanjutnya mengaku optimistis akan semakin efisien dalam hal pengelolaan biaya setiap tahun. Dengan demikian, margin keuntungan akan bertambah dan harga menjadi semakin kompetitif.

 

BERITA TERKAIT

Euforia Pelantikan Biden - Profit Taking Investor Tekan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring…

Peroleh Fasilitas Kredit Rp 41 Miliar - Graha Layar Menaruh Asa Betangan Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Meski geliat bisnis hiburan bioskop belum juga menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan kembali diberlakukannya pembatasan sosial…

TBIG Kantungi Pinjaman Rp 3,86 Triliun

NERACA Jakarta- Pertebal likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) terus menghimpun pendanaan dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Euforia Pelantikan Biden - Profit Taking Investor Tekan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring…

Peroleh Fasilitas Kredit Rp 41 Miliar - Graha Layar Menaruh Asa Betangan Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Meski geliat bisnis hiburan bioskop belum juga menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan kembali diberlakukannya pembatasan sosial…

TBIG Kantungi Pinjaman Rp 3,86 Triliun

NERACA Jakarta- Pertebal likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) terus menghimpun pendanaan dari…