Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA

Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142 triliun atau memburuk dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp511,73 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Anak usaha dari Waskita Karya ini mencatatkan pendapatan bersih pada akhir kuartal III tahun 2020, sebesar Rp1,436 triliun atau turun 73,865 dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp5,495 triliun. Tapi beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,717 triliun atau turun 61,92% dibanding akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar Rp4,509 triliun.

Sehingga perseroan membukukan rugi kotor pada akhir kuartal III 2020 sebesar Rp281,09 miliar, atau memburuk dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019, yang mencatat laba kotor Rp985,077 miliar. Ditambah, pada akhir September 2020, perseroan membukukan beban lain lain senilai Rp473,85 miliar. Padahal pada pos dan periode yang sama tahun lalu, tercatat pendapatan sebesar Rp9,46 miliar.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai Rp5,765 triliun atau turun 29,12% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,134 triliun. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp8,524  triliun atau mengalami peningkatan 6,36% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,014 miliar.  Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp14,29 triliun atau turun 11,46% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp16,14 triliun.

Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp231,47 miliar atau turun 33,56% dibandingkan akhir III 2019, yang tercatat sebesar Rp348,31 miliar. Sebagai informasi, perseroan menyebut sudah ada beberapa proyek yang berpeluang menambah daftar kontrak baru perseroan pada kuartal IV/2020. Sebagian besar dari potensi kontrak baru itu disebut berasal dari eksternal atau dari luar Grup Waskita.

Direktur Utama Waskita Beton Precast, Cholis Prihanto mengaku optimistis target kontrak baru senilai Rp5 triliun bakal tercapai menjelang akhir tahun ini. Per September 2020, perseroan telah menggenggam kontrak baru senilai Rp1,49 triliun dengan porsi proyek eksternal lebih besar 67,3%.”Ekspansi bisnis kami arahkan untuk pasar eksternal, maksudnya pasar di luar induk kami Waskita holding. Potensi kontrak baru 2020 ini insyaallah sudah ada titik terang kami akan menuju Rp5 triliun pada akhir 2020,” kata Cholis

Cholis menjelaskan target kontrak baru senilai Rp5 triliun pada tahun ini ditargetkan berasal dari proyek eksternal senilai Rp3,3 triliun dan Rp1,7 triliun dari proyek internal. Adapun, potensi proyek eksternal misalnya infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa sekitar Rp1,5 triliun dan di Pulau Sumatera sekitar Rp1,3 triliun. Sedangkan sisanya dari proyek nontol diharapkan sekitar Rp500 miliar.

BERITA TERKAIT

Euforia Pelantikan Biden - Profit Taking Investor Tekan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring…

Peroleh Fasilitas Kredit Rp 41 Miliar - Graha Layar Menaruh Asa Betangan Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Meski geliat bisnis hiburan bioskop belum juga menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan kembali diberlakukannya pembatasan sosial…

TBIG Kantungi Pinjaman Rp 3,86 Triliun

NERACA Jakarta- Pertebal likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) terus menghimpun pendanaan dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Euforia Pelantikan Biden - Profit Taking Investor Tekan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring…

Peroleh Fasilitas Kredit Rp 41 Miliar - Graha Layar Menaruh Asa Betangan Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Meski geliat bisnis hiburan bioskop belum juga menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan kembali diberlakukannya pembatasan sosial…

TBIG Kantungi Pinjaman Rp 3,86 Triliun

NERACA Jakarta- Pertebal likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) terus menghimpun pendanaan dari…