Galva Techologies Proyeksikan Laba Menyusut

NERACA

Jakarta – Hingga akhir tahun 2020, emiten distributor dan penyedia solusi bisnis terintegrasi PT Galva Technologies Tbk (GLVA) memproyeksikan perolehan laba tidak akan sebesar tahun lalu. Hal ini disebabkan kesulitan perseroan mendapatkan pasokan barang teknologi informasi mulai awal kuartal IV.”Mulai Oktober untuk sebagian besar produk IT mengalami kelangkaan barang,”kata Direktur Keuangan Galva Technologies, Maria Fransiska dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, pada kuartal pertama 2020 perseroan dapat memperoleh 95% dari target, kuartal II 60%, kuartal III 87%, dan kuartal IV akan hasilkan tidak lebih bagus dari kuartal III tapi tidak lebih buruk dari kuartal II. Jadi, kuartal IV diperkirakan akan catat penjualan lebih rendah dari 2019 dan laba bersih juga begitu, tidak lebih dari 20%.

Maria menuturkan, pendapatan perseroan berasal dari tiga unit bisnis yakni terbesar dari distribusi IT, lalu disusul business solutions, dan printing solutions. Adapun, jika dibandingkan dengan tahun 2019 dengan periode sama, terjadi peningkatan 2% di bisnis unit business solutions, di mana pada kuartal III 2020 diperoleh sebesar 24% sedangkan di kuartal III 2019 sejumlah 22%. Kemudian distribusi IT pada kuartal III 2020 mengalami penurunan, dari 73% menjadi 71%.

Meskipun distribusi IT secara persentase turun, namun dari sisi angka tetap terjadi pertumbuhan sebesar 5,9%. Sementara business solutions mengalami pertumbuhan sebesar 17,8% dan printing solution tumbuh 5,8%. “Di kuartal IV ini kami akan mendorong porsi business solutions dan printing solutions karena memberikan margin yang lebih besar 15%-30%,”ujarnya.

Di kuartal tiga 2020, perseroan membukukan penjualan neto sebesar Rp 1,52 triliun, naik 8,5% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,40 triliun. Laba neto tahun berjalan mencapai Rp 18,5 miliar, melonjak 69,5% dari kuartal III-2019 sejumlah Rp 10,9 miliar. Hingga periode 30 September 2020, Galva Technologies mencatatkan penurunan total aset sebesar 38,54% menjadi Rp 574 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2019 senilai Rp 934 miliar. Total liabilitas turun 49,41% menjadi Rp 389 miliar dari semula Rp 769 miliar. Sebaliknya, total ekuitas naik 12,12% menjadi Rp 185 miliar dari sebelumnya Rp 165 miliar.

Tahun depan, lanjutnya, perseroan membidik pendapatan bersih tumbuh 12% seiring meningkatnya tiga unit bisnis perseroan, yakni business solution, printing solution, dan information technology (IT) distribution. Maria mengungkapkan, pendapatan bersih perseroan tahun depan diperoyeksikan tumbuh seiring naiknya porsi penjualan dari dua unit bisnis, yakni business solution dan printing solution. "Business solutions secara persentase meningkat 2% pada kuartal III-2020 atau menjadi 24% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 22%. Sedangkan printing solutions stagnan 5% dan IT distribution turun 73% menjadi 71%," kata Maria.

Galva Technologies tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 15 miliar. Hingga September 2020, realisasinya mencapai Rp 9 miliar, di antaranya untuk membeli unit mesin printer sebagai salah satu pendapatan berkelanjutan (recurring income) perseroan. “Jadi, capex ini kami gunakan untuk aset-aset yang sifatnya produktif dan sebagian kami investasikan untuk mendigitalisasi proses bisnis,” ujar dia.

 

BERITA TERKAIT

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Surat Utang Tenor Pendek Dominasi 2020

NERACA Jakarta - Penerbitan surat utang atau obligasi dengan tenor pendek hingga menengah mendominasi pada 2020. Berdasarkan data PT Pemeringkat…

Kinerja Keuangan Payah - Saham Bakrie Telecom Terancam Didelisting

NERACA Jakarta – Masa kejayaan bisnis telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sirna seiring dengan ketatnya persaingan bisnis. Tengok…

Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari…