Berkah Permintaan Pasar Meningkat - Penjualan MARK Tumbuh 29% di Tengah Pandemi

Produsen cetak sarung tangan, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 344 miliar pada kuartal III tahun 2020 yang meningkat sebesar 29% jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2019 sebesar Rp 267,21 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Medan, Kamis (26/10).

Kata Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga 2020 kembali menunjukkan kinerjanya yang positif. Perseroan mampu meningkatkan laba bersih sebesar Rp 89,98 miliar pada kuartal III tahun 2020 yang meningkat sebesar 37,37% jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2019 sebesar Rp 65,50 miliar. “Pencapaian yang diraih oleh MARK merupakan keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari keberhasilan perseroan menjaga margin laba kotor di 41,17 % dengan nilai sebesar Rp 142,63 miliar dan margin laba bersih di 25,98%,”ujarnya.

Menurut Ridwan, pencapaian laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi perseroan sepanjang kuartal tiga tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Asal tahu saja, Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) meyakini permintaan sarung tangan di tingkat global tumbuh setidaknya 30% di tahun 2020. Hal ini dikarenakan pandemi Covid 19 serta meningkatnya kesadaran yang lebih tinggi pemakaian sarung tangan serta diterapkannya protokol kesehatan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya. 

Permintaan kebutuhan sarung tangan di Negara India telah meningkat dari 4 menjadi 30 pcs per kapita, mengingat populasinya yang besar yaitu 1,2 miliar dan permintaan sarung tangan telah melampaui tingkat pasokan di wilayah tersebut. Peningkatan permintaan  sarung tangan juga terjadi di negara-negara besar populasinya seperti China, Indonesia, Bangladesh dan Negara lainnya akibat pandemi covid 19 yang melanda hampir seluruh negara-negara di dunia. “Jadi selama pandemi Covid 19 ini , permintaan akan sarung tangan kesehatan berada pada tingkat permintaan yang belum pernah dialami sebelumnya,“papar Ridwan Goh.

Pada situasi pandemi sebelumnya, lanjutnya, juga terjadi lonjakan permintaan tetapi tidak setinggi saat ini, seperti pada saat dunia mengalami virus influenza A (H1N1) dimana pandeminya tidak terjadi  dalam waktu yang lama. Maka dengan meningkatnya permintaan, MARK saat ini sudah mengantongi kontrak senilai US$52 juta untuk pengapalan pada 2021. Disebutkan, kontrak-kontrak tersebut datang tidak hanya dari pelanggan lama yaitu Malaysia, akan tetapi juga dari beberapa produsen sarung tangan di China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.“Beberapa kontrak tersebut bahkan sudah kami terima dalam bentuk down payment, hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi akan kualitas dan kredibilitas kami sebagai produsen cetakan sarung tangan,”tutur Ridwan.

Sebagai informasi, tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR sebesar 10% sampai 12% dan ditengah pandemi Covid-19 telah mengalami peningkatan hingga 30%, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi yang tersedia.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…