Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan mata pencaharian. Shooper, ​database engine offline grocery atau aplikasi pencari harga p​roduk keperluan sehari-hari, pertama dan satu-satunya di Indonesia, hadir dengan berbagai fitur yang mampu untuk membantu menghemat pengeluaran rumah tangga. 

CEO & Founder Shooper, Oka Simanjuntak dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, budaya gotong royong yang melekat di jiwa masyarakat Indonesia menjadi esensi utama terciptanya Shooper. “Melalui Shooper, pengguna diajak untuk saling bergotong royong melalui penerapan teknologi dengan berbagi informasi harga produk keperluan sehari-hari yang di jual di berbagai ​minimarket, supermarket, maupun toko-toko ​offline di seluruh Indonesia, untuk saling membantu sesama pengguna. Hal ini dapat dilakukan hanya dengan​mengunggah struk belanja mereka ke aplikasi Shooper,”ujarnya.

Asal tahu saja, faktor harga merupakan hal yang terpenting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.   Menurut sebuah survei yang dilakukan Mckinsey & Company, kondisi perekonomian yang menurun diakibatkan pandemi Covid19 saat ini, mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam menentukan barang apa yang hendak dibeli dan dimana harus membelinya dengan harga lebih murah.

Namun selama ini informasi harga barang-barang​yang di jual di​minimarket, supermarket, maupun toko-toko​offline masih sangat terbatas dan tidak dapat ditemukan secara online. Informasi yang beredar pun umumnya dalam bentuk katalog dan hanya menampilkan barang-barang promo di toko ​offline ​ tersebut. Penghematan untuk belanja rumah tangga sangat penting mengingat menurut Bank Dunia, pengeluaran terbesar untuk rata-rata rumah tangga di Indonesia adalah pengeluaran kebutuhan rumah tangga (grocery), yaitu sekitar 49% dari total pengeluaran. 

 

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Jaya Trishindo Menyusut 60,93%

Sampai dengan September 2020, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,037 miliar atau turun 60,93% dibanding akhir kuartal III 2019 yang mencatatkan…

IFII Bagikan Dividen Rp 3 Per Lembar Saham

Emiten pengolahan kayu lapis, PT Indonesia Fiberboard Industry Tbk (IFII) pada tanggal 24 November 2020 telah memutuskan pembagian dividen interim…

Kresna Graha Bukukan Rugi Rp 266,61 Miliar

Di kuartal tiga 2020, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp266,61 miliar atau memburuk dibanding priode yang sama tahun lalu…

BERITA LAINNYA DI

Laba Bersih Jaya Trishindo Menyusut 60,93%

Sampai dengan September 2020, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,037 miliar atau turun 60,93% dibanding akhir kuartal III 2019 yang mencatatkan…

IFII Bagikan Dividen Rp 3 Per Lembar Saham

Emiten pengolahan kayu lapis, PT Indonesia Fiberboard Industry Tbk (IFII) pada tanggal 24 November 2020 telah memutuskan pembagian dividen interim…

Kresna Graha Bukukan Rugi Rp 266,61 Miliar

Di kuartal tiga 2020, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp266,61 miliar atau memburuk dibanding priode yang sama tahun lalu…