Fitch Pangkas Rating Wijaya Karya Jadi A-

NERACA

Jakarta – Rating PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dipangkas oleh lembaga pemeringkat  Fitch Ratings dari A menjadi A- Secara bersamaan, Fitch Ratings juga menegaskan peringkat BB- untuk peringkat surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh  Wijaya Karya. 

Analis Fitch Ratings, Kah Ling Chan menuliskan dalam laporan terbarunya bahwa outlook kredit emiten berkode saham WIKA tersebut ditetapkan negatif. Perubahan peringkat menjadi A- seiring dengan peninjauan Fitch terhadap relasi WIKA dengan pemerintah. Untuk diketahui, pemegang saham pengendali WIKA adalah Negara Republik Indonesia dengan porsi 65%.”Kami merevisi bagian kekuatan dan insentif dari pemerintah untuk menyediakan dukungan kepada WIKA. Kami yakin dukungan pemerintah, walau berlanjut, tidak dapat mempertahankan profil kredit WIKA pada masa pandemi,” tulis Chan dalam laporannya di Jakarta, kemarin.

Sebagaimana diketahui, pada 2016 WIKA mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4 triliun. Sejak saat itu, WIKA tidak pernah lagi mendapat PMN dan mengandalkan pendanaan eksternal, termasuk pinjaman dari bank BUMN. Fitch Ratings melihat potensi default WIKA akan memberikan dampak moderat terhadap pendanaan untuk perusahaan BUMN lainnya. Adapun, WIKA termasuk emiten pelat merah yang memiliki tingkat utang tinggi dan eksposurnya menyentuh investor domestik dan global.

Lebih lanjut, outlook negatif yang diberikan mencerminkan risiko gangguan pandemi terhadap operasional WIKA. Fitch Ratings memperkirakan utang bersih yang terhitung dalam Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) perseroan sebesar 14 kali pada 2020 sebelum pulih ke bawah 6 kali pada 2022.

Pada tahun ini, Fitch Ratings memperkirakan WIKA hanya mampu memenangkan kontrak baru sekitar Rp17 triliun dan naik menjadi Rp35 triliun pada tahun depan. Keduanya lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2019 yang senilai Rp41 triliun. “Kemampuan mengurangi utang akan sangat bergantung dengan perkembangan pandemi,” tulis Chan.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat A kepada WIKA, sedangkan prospek peringkat perusahaan dinilai stabil. Kata analis Pefindo Aryo Perbongso dan Yogie Surya Perdana, peringkat yang diberikan mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat di konstruksi nasional, sumber pendapatan beragam dan fleksibilitas keuangan yang kuat. Namun, peringktat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi dalam jangka pendek dan menengah.

WIKA sendiri optimistis mampu cetak kinerja yang positif hingga akhir tahun 2020. Argumentasinya adalah progres pekerjaan proyek strategis nasional yang dilaksanakan masih sesuai jalur, aktifnya WIKA dalam mengejar tender proyek-proyek baru, dan masih tingginya fokus pemerintah pada sektor infrastruktur. WIKA menyebutkan hingga kuartal III ini, terdapat 11 proyek strategis nasional yang tengah dilaksanakan pembangunannya oleh perseroan.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…