Saham Era Mandiri Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Lantaran telah terjadi penurunan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI),”Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy dalam surat keterbukaan Informasi BEI di Jakarta, kemarin.

Bursa menginformasikan bahwa informasi terakhir mengenai IKAN adalah tanggal 15 Oktober 2020 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait perubahan corporate secretary. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham IKAN, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (21/10) saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbk terpantau ditutup melemah -0,60% atau turun -1 poin ke harga Rp164 per saham. Hingga jeda siang, saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) tercatat bergerak dari batas atas di Rp167 hingga batas bawah di Rp162 dengan volume perdagangan sebesar 57.829 lot.

Untuk diketahui lantaran ada pandemic Covid-19, emiten produsen dan pemasok produk makanan ini menurunkan target penjualan pada tahun ini. Direktur Utama Era Mandiri Cemerlang, Johan Rose pernah bilang, target penjualan pada tahun ini telah disesuaikan dengan kondisi pandemi. Pihaknya memangkas pertumbuhan penjualan menjadi tumbuh 20% dari omzet pada 2019. “Awal tahun ini target pertumbuhan sekitar 40% dari omzet 2019. Tapi di kuartal II/2020 terjadi pandemi, terjadi penurunan sales yang signifikan,”ujarnya.

Perseroan memasarkan 95% produksinya untuk ekspor seperti ke negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika. Meski tahun ini dihadapkan pada tantangan pandemi, perseroan masih menaruh asa perolehan kontrak tahun ini bakal tumbuh seiring dengan produk olahan ikan merupakan kebutuhan premier yang selalu mengalami permintaan,”Kontrak yang sudah didapatkan saat ini sebesar Rp 86 miliar dan bulan-bulan kedepan bisa capai Rp 120-130 miliar seiring dengan terus membuka pasar ekspor baru dan mulai membaiknya permintaan negara-negara tujuan ekspor dari pandemi,”kata Johan.

 

BERITA TERKAIT

Segera Serah Terima Ke Pembeli - Modernland Cilejit Kebut Pembangunan

Dalam waktu yang relatif tidak lama lagi, proyek perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan…

Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi…

Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Segera Serah Terima Ke Pembeli - Modernland Cilejit Kebut Pembangunan

Dalam waktu yang relatif tidak lama lagi, proyek perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan…

Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi…

Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142…