Tingkatkan Kapasitas Produksi - Uni Charm Beli Mesin Pabrik 986 Juta Yen

NERACA

Jakarta – Dalam rangka menggenjot kapasitas produksi, PT Uni- Charm Indonesia Tbk (UCID) telah membeli mesin pabrik popok dewasa milik induk usahanya, Unicharm Corporation senilai 986.484.143 Yen Jepang. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, pembelian mesin akan menunjang pelaksanaan kegiatan utama perseroan.

Perseroan juga mengungkapkan, transaksi ini memberikan manfaat besar karena dapat meningkatkan jumlah kapasita produksi popok dewasa. Dijelaskan, perseroan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk membeli mesin milik Unicharm Corporation. Seperti diketahui UCID meraih dana IPO sebesar Rp1,25 triliun pada akhir tahun 2019. Untuk diketahui, Unicharm Corporation memegang 59,2 persen porsi saham UCID. Dengan demikian jual beli yang terjadi tanggal 20 Oktober 2020 itu merupakan transaksi afiliasi.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan bakal menambah kapasitas produksi pembalut wanita untuk produk penggunaan malam hari yang akan ditingkatkan 10% dari kapasitas terpasang. Sementara itu, kapasitas produksi popok dewasa dengan bentuk celana akan ditingkatkan 58% dari kapasitas terpasang. Selain itu, perseroan juga bakal melakukan peremajaan untuk fasilitas umum yang akan dilakukan di tahun 2020 hingga 2021.

Di sisa akhir tahun ini, perseroan menyatakan siap menjaga kinerja keuangan setelah di awal tahun mengalami tekanan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan UCID naik 1,49% secara tahunan ke Rp 2,05 triliun di akhir Maret lalu. Namun, di saat yang sama, UCID menderita rugi bersih Rp 131,35 miliar. Padahal di kuartal pertama tahun lalu, perusahaan masih mencetak laba bersih sebesar Rp 99,6 miliar.

Vikry Ahmadi, Sekretaris Perusahaan Uni-Charm Indonesia seperti dikutip kontan pernah bilang, peningkatan pendapatan di kuartal I lalu didorong oleh pendapatan bersih penjualan domestik. "Dari sisi laba rugi, ada eksposur terkait forex loss, sehingga akhirnya mengalami kerugian Rp 113 miliar sebelum pajak,"ujarnya.

Kendati demikian, dia belum mau merinci realisasi kinerja hingga semester I 2020 dan proyeksi hingga tutup tahun ini. akibat kondisi ketidakpastian ekonomi akibat pandemi covid-19. Namuna, dia memastikan sejumlah upaya dilakukan UCID demi menjaga kinerja di sisa tahun ini. Salah satu langkahnya yakni melalui pengembangan jalur perdagangan yang punya potensi pertumbuhan cepat. "Termasuk di dalamnya lewat e-commerce di saat pandemi ini," kata Vikry.

Selain itu, produk popok bayi masih akan jadi penopang utama dalam raihan penjualan tahun ini. Pasalnya selama ini produk tersebut menyumbang rerata kontribusi sekitar 70% terhadap penjualan UCID. Adapun, untuk tahun ini UCID mengalokasikan belanja modal dari dana hasil IPO. Dimana dana yang diperoleh UCID melalui IPO ini sebesar Rp 1,2 triliun. Nantinya, sebesar 64,6% dari dana yang dihimpun akan dimanfaatkan untuk kebutuhan belanja modal seperti pembelian fasilitas produksi baru dan peremajaan fasilitas produksi.

BERITA TERKAIT

Apresiasi Pelanggan Setia - Telkomsel Hadirkan To the POINT Festival

Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar program…

Tahun Pemulihan Ekonomi - Manulife Fokus Beri Solusi Perencanaan Keuangan

Para pelaku industri asuransi jiwa dituntut bersikap adaptif guna menjaga kinerjanya, mengingat tahun depan diperkirakan kondisi perekonomian belum berjalan normal.…

Sentul City Sebut Permohonan PKPU Tidak Berdasar

NERACA Jakarta – Merepon gugatan dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh pembelinya Alfian Tito karena belum melakukan serah terima…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Apresiasi Pelanggan Setia - Telkomsel Hadirkan To the POINT Festival

Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar program…

Tahun Pemulihan Ekonomi - Manulife Fokus Beri Solusi Perencanaan Keuangan

Para pelaku industri asuransi jiwa dituntut bersikap adaptif guna menjaga kinerjanya, mengingat tahun depan diperkirakan kondisi perekonomian belum berjalan normal.…

Sentul City Sebut Permohonan PKPU Tidak Berdasar

NERACA Jakarta – Merepon gugatan dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh pembelinya Alfian Tito karena belum melakukan serah terima…