Frekuensi Transaksi Sepekan Naik 34,57%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata frekuensi harian selama sepekan kemarin mengalami peningkatan paling signifikan yaitu 34,57% menjadi 778,929 ribu kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya yaitu sebesar 578,849 ribu kali transaksi. Kemudian peningkatan sebesar 10,34% terjadi pada rata-rata volume transaksi selama sepekan atau senilai 12,164 miliar saham dari 11,024 miliar saham pada pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, data rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 9,43% menjadi Rp9,121 triliun dari Rp8,335 triliun pada sepekan yang lalu. Kemudian indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami peningkatan 0,98% dan kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,99% selama sepekan ini. IHSG pada penutupan akhir pekan kemarin berada pada level 5.103,414 dari level 5.053,663 pada pekan lalu, sedangkan kapitalisasi pasar bursa menjadi Rp5.935,388 triliun dari Rp5.877,468 triliun pada pekan lalu.  

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp494,33 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp46,545 triliun. Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin ditutup melemah 1,74 poin atau 0,03% ke posisi 5.103,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,57 poin atau 0,07% menjadi 783,45.

Kata analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, market masih wait and see berkaitan dengan program stimulus AS yang belum cair lantaran dinamika politik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif. “Adanya ketidakpastian hasil negosiasi pasca Brexit juga mempengaruhi perilaku market,"ujarnya.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, tiga sektor terkoreksi dimana sektor keuangan paling dalam yaitu minus 0,67%, diikuti sektor perdagangan dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,46% dan minus 0,27%.

Sedangkan tujuh sektor meningkat dimana sektor aneka industri naik paling tinggi yaitu 2,89%, diikuti sektor pertambangan dan sektor manufaktur masing-masing 0,75% dan 0,68%. Penutupan IHSG sendiri diiringi jual beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp493,87 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 665.753 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,43 miliar lembar saham senilai Rp7,76 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 228 saham menurun, dan 166 saham tidak bergerak nilainya.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…