BUMI Bayar Bunga Pinjaman US$ 3,8 Juta

Berkomitmen untuk terus pangkas utang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan pembayaran bunga pinjaman tranche A yang kesebelas senilai US$ 3,8 juta. Dengan pembayaran ini, Bumi Resources sudah membayar total pinjaman sebesar US$ 331,6 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava, total pembayaran senilai US$ 331,6 juta terdiri atas pokok tranche A senilai US$ 195,8 juta dan bunga sebesar US$ 135,8 juta."Pembayaran bunga termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest)," ujarnya.

Adapun pembayaran berikutnya untuk tranche A akan jatuh tempo pada Januari 2021. Dileep mengungkapkan, untuk kupon PIK dari 11 April 2018 hingga 16 Oktober 2020 untuk tranche B dan tranche C juga mulai dikapitalisasi. Sementara, hingga semester I-2020, Bumi Resources mencatat penjualan batu bara sebanyak 41,2 juta ton. Penjualan ini relatif stabil dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan produksi perseroan mencapai 41 juta ton, naik 5% dari sebelumnya 39,1 juta ton.

Disampaikan Dileep, penjualan batu bara Bumi Resources terdiri atas penjualan dari anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 29,5 juta ton dan PT Arutmin Indonesia sebesar 11,6 juta ton. Namun, realisasi rata-rata harga batu bara yang lebih rendah menggerus keuntungan dan pendapatan Bumi Resources. Realisasi harga penjualan batu bara hingga Juni 2020 mencapai US$ 46,9 per ton, lebih rendah 12% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 53,2 per ton.

 

BERITA TERKAIT

Saham Alfa Energi Kembali Diperdagangkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan membuka kembali penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)…

Pasca Gempa, Layanan Telkom Tetap Beroperasi

Pasca gempa yang terjadi di wilayah Manjene dan Mamuju, Sulawesi Barat pada akhir pekan kemarin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

Pengimpunan Dana Ditaksir Rp 180 Triliun

Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan dimulainya program vaksin Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi penghimpunan dana di pasar modal…

BERITA LAINNYA DI

Saham Alfa Energi Kembali Diperdagangkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan membuka kembali penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)…

Pasca Gempa, Layanan Telkom Tetap Beroperasi

Pasca gempa yang terjadi di wilayah Manjene dan Mamuju, Sulawesi Barat pada akhir pekan kemarin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

Pengimpunan Dana Ditaksir Rp 180 Triliun

Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan dimulainya program vaksin Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi penghimpunan dana di pasar modal…