4 Cara untuk Mengasah Kecerdasan Logis Anak

 

 

Sejatinya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing. Ahli riset Amerika Prof. Howard Gardener memetakan ragam kecerdasan atau multiple intelligence dalam 8 kategori utama yaitu linguistik, logis matematis, visual dan spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis.

Menurutnya, setiap orang memiliki bermacam-macam kecerdasan tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Salah satunya, kecerdasan logis matematik yang berarti kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Anak dengan kecerdasan logis matematik, mampu memikirkan dan menyusun solusi jalan keluar dengan urutan yang logis masuk akal.

Anak yang memiliki kecerdasan logis matematika biasanya dominan menyukai berhitung dan menyortir sesuatu. Kecerdasan ini perlu diasah sejak dini demi perkembangan anak dan kemajuan belajarnya kelak. Merangkum portal pendidikan Sekolah.mu, berikut sejumlah aktivitas yang dapat mengasah kecerdasan logis matematis anak sejak usia dini:

1. Game matematika atau logika

Permainan seperti kartu urutan peristiwa, puzzle, lego dan maze dapat melatih anak mengorganisir objek berdasarkan warna, ukuran, bentuk angka, sebagai dasar mempelajari logika matematika. Permainan itu akan membuat anak berhadapan masalah dalam sebuah permainan. Masalah yang mengasyikkan itu dapat membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Aktivitas ini akan memperkuat kemampuan anak mencari jalan keluar dari masalah.

2. Berhitung dalam aktivitas sehari-hari

Libatkan anak dalam perhitungan sederhana di kegiatan harian agar ia terbiasa dengan angka dan hitungan, seperti menghitung jumlah barang belanjaan, menghitung buah yang dimakan, atau menghitung durasi pergi ke suatu tempat. Ajak anak untuk mengenal berat dan besar, seperti mana buah yang ukurannya lebih besar atau mana yang bobotnya lebih berat.

3. Kenalkan alat pengukuran

Mengenalkan alat pengukur bisa dilakukan dengan mengajak anak menimbang tepung pada timbangan saat akan membuat kue bersama. Ini Bisa juga mengukur sesuatu dengan penggaris, menghitung lamanya ayah berlari dengan stopwatch, dan lainnya.

4. Jadi contoh

Saat orangtua terbiasa teliti dalam menghitung sesuatu, menyelesaikan masalah secara runut dan logis, maka anak akan lebih mudah untuk mengikuti. Saat anak dikenalkan dengan penerapan matematika sejak dini, maka ia dapat lebih bersemangat dan percaya diri dalam mempelajari matematika.

BERITA TERKAIT

Penetrasi Pasar, Olike Perluas Segmentasi ke Ranah Keluarga

Jakarta - Produsen mainan edukatif Olike mulai merambah segmentasi keluarga setelah sebelumnya hanya fokus di pasar anak-anak. Menurut CEO Olike,…

LSAF Bermitra dengan University Canada West (UCW) Ciptakan Akuntan Profesional

NERACA Jakarta - London School of Accountancy and Finance ( LSAF) sebagai Approved Learning partner ACCA Inggris Raya kembali membawa…

She-Suite As A Game Changer

NERACA Jakarta - Wanita tidak lagi hanya menjadi bayang-bayang, tidak sekadar menjadi sosok penting yang berada di belakang lelaki seperti…

BERITA LAINNYA DI

Penetrasi Pasar, Olike Perluas Segmentasi ke Ranah Keluarga

Jakarta - Produsen mainan edukatif Olike mulai merambah segmentasi keluarga setelah sebelumnya hanya fokus di pasar anak-anak. Menurut CEO Olike,…

LSAF Bermitra dengan University Canada West (UCW) Ciptakan Akuntan Profesional

NERACA Jakarta - London School of Accountancy and Finance ( LSAF) sebagai Approved Learning partner ACCA Inggris Raya kembali membawa…

She-Suite As A Game Changer

NERACA Jakarta - Wanita tidak lagi hanya menjadi bayang-bayang, tidak sekadar menjadi sosok penting yang berada di belakang lelaki seperti…