Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Perilaku

 

 

Tak sekedar belajar menuntut ilmu di kelas yang berisikan pengajar dan pelajar, namun juga mahasiswa memiliki 4 fungsi yaitu agent of change (generasi perubahan), social control (generasi pengontrol), iron stock (generasi penerus), dan moral force (Gerakan moral). Namun kini pemerintah menyematkan satu tambahan fungsi dari mahasiswa yaitu perubahan perilaku.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) berkomitmen untuk mendukung Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dengan menyelenggarakan program Duta Mahasiswa Perubahan Perilaku.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di Jakarta, Selasa, mengatakan target dari Duta Mahasiswa ini adalah mengubah pandangan masyarakat yang masih memiliki persepsi tidak mungkin terpapar atau terinfeksi COVID-19.

"Ini adalah misi kemanusiaan dalam rangka menyelamatkan jiwa manusia. Tugas kita harus memberikan penjelasan bahwa COVID-19 ini nyata, bukan rekayasa, bukan konspirasi. Korban jiwa sudah mencapai satu juta orang dan yang terpapar lebih dari 32 juta orang,” ujar Doni Monardo saat pengumuman Duta Mahasiswa Perubahan Perilaku.

Senada dengan Doni Monardo, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam menyampaikan sejak awal pandemi COVID-19, Kemendikbud bersama seluruh organisasi mahasiswa bidang kesehatan telah berhasil menjaring lebih dari 15.000 relawan untuk membantu pencegahan penyebaran COVID-19.

Semua relawan itu telah mendapatkan bekal melalui webinar dari WHO, Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis. “Saat ini, mahasiswa akan diterjunkan kembali untuk membantu Satgas Penanganan COVID-19 sebagai duta perubahan perilaku masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan 3M untuk mencegah penularan COVID-19,” ucap Nizam.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi menyampaikan pembentukan Bidang Perubahan Perilaku pada Satgas Penanganan COVID-19 dimaksudkan untuk menangani permasalahan penularan COVID-19 dari hulu, yaitu dengan mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat agar patuh 3M.

Sonny berharap penyadaran dan perubahan perilaku tersebut dapat memutus rantai penularan COVID-19. “Kami ucapkan terima kasih kepada para duta dari kalangan mahasiswa yang mau turun langsung ke lapangan melakukan edukasi perubahan perilaku di masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan 3M untuk pencegahan, penghentian penularan COVID 19," ujar Sonny.

Dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Sonny, Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 didukung oleh tiga sub bidang yang sangat penting dan saling mendukung, yaitu Sub Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Mitigasi. "Kami harap tim ini mampu menggalang kolaborasi (pemerintah, media, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi) yang solid dan saling melengkapi,” kata Sonny.

Sebagai indikator keberhasilan dari program itu, antara lain peningkatan persentase orang yang berubah perilakunya dari belum patuh menjadi lebih patuh, penurunan angka kasus aktif penularan COVID-19 di daerah sasaran, perubahan status zonasi risiko penularan COVID-19 di daerah sasaran.

Selain itu, mahasiswa mampu mengidentifikasi dan merespons masalah yang ada di lingkungannya akibat wabah COVID-19 berdasarkan pemetaan masalah dan perkembangannya secara berkala setelah diintervensi oleh kegiatan mahasiswa. Pengelolaan duta mahasiswa perubahan perilaku akan dilakukan melalui platform daring RECON (Relawan Covid-19 Nasional) yang dapat diakses melalui tautan http://relawan.kemdikbud.go.id/.

Pelaksanaan edukasi perubahan perilaku difokuskan pada 15 kabupaten/kota di delapan provinsi dengan kasus COVID-19 tertinggi. Masing-masing kabupaten/kota akan menerjunkan 75 mahasiswa untuk melaksanakan program edukasi perubahan perilaku yang dibagi ke dalam 5 tim. Setiap tim berjumlah 15 mahasiswa dan didampingi oleh satu dosen pendamping lapangan. Saat ini jumlah duta perubahan perilaku yang sudah terdaftar sebanyak 1.125 mahasiswa, 90 dosen pendamping lapangan dari 73 perguruan tinggi.

Pelaksanaan edukasi perubahan perilaku dilakukan secara bertahap dengan didahului identifikasi masalah, penyusunan program kreatif kemudian edukasi perubahan perilaku kepada masyarakat dengan pola pelaksanaan 20 hari di lapangan dan 5 hari evaluasi secara periodik sampai 31 Desember 2020.

BERITA TERKAIT

Bermitra dengan APRINDO, Sekolah Ekspor dan Bhinneka.Com Hadirkan Galeri Sekolah Ekspor

  Tantangan yang melanda Indonesia sepanjang 2020, memunculkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai salah satu pilar penting untuk pemulihan…

Mengenal Pembelajaran Finlandway untuk PAUD

    Salah satu negara di dunia yang kerap jadi acuan dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini adalah Negara Finlandia.…

4 Cara untuk Mengasah Kecerdasan Logis Anak

    Sejatinya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing. Ahli riset Amerika Prof. Howard Gardener memetakan…

BERITA LAINNYA DI

Bermitra dengan APRINDO, Sekolah Ekspor dan Bhinneka.Com Hadirkan Galeri Sekolah Ekspor

  Tantangan yang melanda Indonesia sepanjang 2020, memunculkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai salah satu pilar penting untuk pemulihan…

Mengenal Pembelajaran Finlandway untuk PAUD

    Salah satu negara di dunia yang kerap jadi acuan dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini adalah Negara Finlandia.…

4 Cara untuk Mengasah Kecerdasan Logis Anak

    Sejatinya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing. Ahli riset Amerika Prof. Howard Gardener memetakan…