Pandemi COVID-19 Tuntut Perubahan Pola Hidup

NERACA

Depok - Direktur Vokasi Universitas Indonesia (UI) Prof Sigit Pranowo Hadiwardoyo mengatakan pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan untuk melakukan perubahan pola kerja dan kebiasaan dalam pengajaran, pekerjaan dan tatanan kehidupan lainnya.


"Kami dituntut mampu mendidik mahasiswa bekerja dari rumah karena mungkin cara bekerja pada beberapa industri di masa depan akan terus seperti ini," kata Sigit dalam keterangannya di Depok, Kamis (8/10).


Sigit menyebutkan Vokasi UI telah menerapkan kurikulum 321, yaitu mahasiswa selama 3 semester belajar di kampus, 2 semester belajar di industri dan 1 semester magang. Selain itu, Vokasi UI juga membekali mahasiswa dengan sertifikat kompetensi.


"Kami juga secara regular melibatkan industri dalam pembaharuan kurikulum. Kedekatan dengan industri telah menunjukkan hasil seperti lulusan Vokasi UI mampu terserap kurang dari 3 bulan setelah wisuda," katanya.

Dalam hal layanan kesehatan khususnya rumah sakit, Vokasi UI yang juga berkolaborasi dengan Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) guna mendiskusikan pengembangan kompetensi lulusan bidang kesehatan yang dimiliki Vokasi UI.


Pengurus Pusat IAKMI Dr Hermawan Saputra menguraikan tantangan di bidang Kesehatan saat ini dan pascapandemi COVID-19.


Pada sektor layanan rumah sakit, dibutuhkan tenaga kerja yang mampu memberikan "hospitality service, transformative communicator" untuk edukasi dan komunikasi, "hospital data analyst, big data specialist", dan "accounting control".


"Pada aspek-aspek tersebut dibutuhkan tenaga vokasional untuk menghantarkan rumah sakit ke era yang baru," ujar Hermawan.


Untuk menjawab tantangan pada sektor industri media, Vokasi UI telah menjalin kerja sama dengan Media Group dalam bentuk kemitraan penyediaan laboratorium TV dan Magang di kampus UI Depok. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya Vokasi UI untuk memperkuat link and match antara perguruan tinggi dengan industri.


CEO Media Group Mohamad Mirdal Akib menjelaskan bahwa ke depan akan ada revolusi di industri penyiaran. Hal ini merupakan kesempatan bagi laboratorium TV Vokasi UI untuk dapat turut masuk dan berperan.


"Masuknya sistem televisi digital menjadi kabar baik untuk teman-teman Vokasi UI karena TV akan hadir dalam jumlah yang banyak. Dengan migrasi ke digital, Laboratorium TV Vokasi UI akan berpeluang berubah menjadi TV digital terestrial. Cukup dengan mengikuti proses, menentukan genre dan kemudian bisa menyewa frekuensi, hingga akhirnya dapat siaran," ujar Mirdal.

Mirdal juga menyebutkan bahwa industri media mengalami disrupsi besar sekarang konten bisa disampaikan melalui berbagai platform. Masyarakat kini mampu membuat channel dan tayangan secara mandiri, sementara dulu, hal tersebut adalah luxury perusahaan TV. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Langkah Antisipasi Bencana Harus Dipahami Masyarakat

NERACA Semarang - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan guna mengantisipasi terjadinya bencana maka diperlukan kesiapan seluruh elemen bangsa…

Medsos Jangan Jadi Ajang Tebar Fitnah

NERACA Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para warga net atau netizen bijak memanfaatkan media internet demi kebaikan…

Tantangan Tata Kelola Hutan

NERACA Jakarta - Guru Besar IPB University Prof. Dr. Hariadi Kartodihardjo membahas beberapa tantangan dalam tata kelola hutan dalam kaitannya…

BERITA LAINNYA DI

Langkah Antisipasi Bencana Harus Dipahami Masyarakat

NERACA Semarang - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan guna mengantisipasi terjadinya bencana maka diperlukan kesiapan seluruh elemen bangsa…

Medsos Jangan Jadi Ajang Tebar Fitnah

NERACA Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para warga net atau netizen bijak memanfaatkan media internet demi kebaikan…

Tantangan Tata Kelola Hutan

NERACA Jakarta - Guru Besar IPB University Prof. Dr. Hariadi Kartodihardjo membahas beberapa tantangan dalam tata kelola hutan dalam kaitannya…