Tekan Dampak Pandemi Covid-19 - Restorasi Terumbu Karang Jadi Asa Masyarakat Bali

Dampak pandemi Covid-19 membuat roda ekonomi berjalan lambat dan begitu juga imbas bagi perekonomian masyarakat kecil, tidak terkecuali masyarakat pesisir. Maka untuk membagun geliat ekonomi, pemerintah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan memberikan modal batuan bagi pelaku usaha UKM, buruh dan pelaku industri lainnya di berbagai sektor. Salah satu masyarakat penerima program PEN adalah masyarakat Provinsi Bali berupa program restorasi terumbu karang atau taman terumbu karang Indonesia (IRCG).

Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Provinsi Bali menyebutkan, program PEN padat karya restorasi terumbu karang itu akan dilaksanakan di lima daerah di Provinsi Bali, antara lain Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Serangan, dan Buleleng.”Dengan mengembangkan sektor kelautan dana stimulus dari pemerintah akan membantu masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian dan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja," kata Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Bali,  kemarin.

Disampaikan Luhut, Bali perlu mengembangkan sektor kelautan agar perekonomian masih bisa berjalan di tengah kondisi pandemi.”Gubernur Wayan Koster ngomong sama Universitas Udayana untuk bikin studinya. Program apa saja yang bisa segera dibuat dan dikerjakan tahun ini biar dapat dimasukkan ke anggaran tahun depan," pinta Luhut kepada Gubernur Bali.

Luhut menegaskan, program PEN melalui restorasi terumbu karang merupakan upaya pemerintah mengurangi dampak ekonomi, khususnya di Bali yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata. Program tersebut, kata Luhut, menyerap lebih dari 11 ribu tenaga kerja dari berbagai level dan sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki ekosistem laut melalui restorasi terumbu karang sehingga upaya perbaikan ekonomi dan pemulihan ekosistem laut berjalan seiring.

Disampaikannya, Bali dipilih untuk program tersebut untuk bisa mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Dia menyebut, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali berkurang hingga 99 persen sehingga Pulau Dewata merugi sekitar Rp9 triliun per bulan. Kondisi tersebut juga membuat lebih dari 100 ribu tenaga kerja sektor formal mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pelaksanaan program PEN Restorasi Terumbu Karang ini dikoordinasikan Kemenko Maritim dan Investasi di mana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya Dirjen Pengelolaan Ruang Laut menjadi penyelenggara kegiatan. Dalam pelaksanaan di lapangan, KKP akan dibantu oleh Pemda Bali, LIPI, BKSDA Bali, perguruan tinggi, serta Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

 

Memiliki Lahan 50 Hektar

 

 

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengatakan, saat ini lahan yang disediakan untuk program tersebut meliputi 50 hektare lahan.”Saat ini lahan yang disediakan masih meliputi 50 hektare tetapi kita sudah menjalankan tepat waktu,"ujarnya.

Asal tahu saja, pembangunan taman terumbu karang Indonesia (ICRG) akan menggunakan anggaran APBN KKP sebesar Rp111,2 miliar dengan melibatkan 11.327 orang.”Pembangunan ICRG akan melibatkan organisasi masyarakat yang memiliki kompetensi profesional di bidang restorasi karang dan masyarakat terdampak pandemi baik pelaku usaha wisata, hotel, pemandu wisata dan masyarakat pesisir lainnya," katanya.

Edhy memastikan dalam pengembangannya ICRG akan berbasis pada kajian riset yang dilakukan bersama LIPI dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) dan juga kalangan akademisi di Bali. Dirinya menambahkan, pembangunan ICRG juga akan dilengkapi dengan kebun karang guna meramaikan kunjungan wisata Bali.

Edhy pun meminta Gubernur Bali segera menentukan lokasi agar pelaksanaan program dapat segera dijalankan. Menjawab permintaan kedua menteri tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster mengaku setuju untuk mengembangkan sektor perikanan dan kelautan di wilayahnya.

Menurut dia, dampak pandemi Covid-19 ini membuat pihaknya perlu mulai memenggeser perekonomian dari darat ke laut."Selama ini masyarakat tergantung di pariwisata sehingga pemasukan dari sektor lain sangat timpang padahal ada potensi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sendiri seperti periIkanan tangkap dan budidaya ikan hias," ungkapnya.

Oleh karena itu, Koster meminta dukungan dari pemerintah pusat agar sektor perikanan dan kelautan dapat dikembangkan, terutama untuk ekspor. Tujuan program PEN restorasi terumbu karang ini yakni memulai kembali wisata bahari dan pemulihan ekosistem laut di Provinsi Bali.

Program itu menyasar penyelam, seniman patung atau relief, katering atau penjual makanan, selain karyawan atau pegawai hotel dan nelayan yang berdampak. Terdapat pula pekerja bengkel, penyedia transportasi, masyarakat setempat, serta pemangku adat yang akan terlibat dalam program PEN restorasi terumbu karang ini.

BERITA TERKAIT

Dukung Program Pemerintah, Enesis Group Perkuat Protokol Kesehatan di Transportasi Publik

  Jakarta – Enesis Group meluncurkan kampanye #EnesisSafeTravel untuk mendukung program pemerintah dalam hal memperkuat protokol kesehatan di masa pandemi.…

Wisata Edukasi Telaga Batu Arang - Menyulap Reklamasi Bekas Tambang Jadi Kawasan Ekowisata

Kegiatan eksplorasi pertambangan bila tidak diawasi akan memberikan dampak berarti terhadap lingkungan, maka tak ayal sejak awal eksplorasinya selalu mendapatkan…

Lewat Komunitas JakOne Artri - Bank DKI Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Peduli pada lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah sampah di DKI Jakarta yang masih menjadi pekerjaan rumah mendorong PT Bank DKI…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Program Pemerintah, Enesis Group Perkuat Protokol Kesehatan di Transportasi Publik

  Jakarta – Enesis Group meluncurkan kampanye #EnesisSafeTravel untuk mendukung program pemerintah dalam hal memperkuat protokol kesehatan di masa pandemi.…

Wisata Edukasi Telaga Batu Arang - Menyulap Reklamasi Bekas Tambang Jadi Kawasan Ekowisata

Kegiatan eksplorasi pertambangan bila tidak diawasi akan memberikan dampak berarti terhadap lingkungan, maka tak ayal sejak awal eksplorasinya selalu mendapatkan…

Lewat Komunitas JakOne Artri - Bank DKI Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Peduli pada lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah sampah di DKI Jakarta yang masih menjadi pekerjaan rumah mendorong PT Bank DKI…