Terbitkan SBK Rp 1 Triliun - Jasa Marga Tawarkan Bunga Hingga 7%

NERACA

Jakarta – Fokus mencari pendanaan di pasar dengan menerbitkan surat utang terus dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Teranyar, emiten operator jalan tol ini akan menerbitkan surat berharga komersial (SBK) dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektus ringkasnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, tenor penerbitan SBK telah ditetapkan selama 12 bulan dengan perlakuan bunga diskonto. Kisaran tingkat diskonto yang ditetapkan adalah sebesar 6% hingga 7% sebelum pajak 20%. Surat utang ini telah mendapatkan rating idA1+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perusahaan juga telah menunjuk PT BNI Sekuritas sebagai penata laksana penerbitan SBK.

Manajemen JSMR menjelaskan, dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBK ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan SBK akan digunakan  untuk memperbaiki arus kas JSMR dalam jangka pendek. Per Juni 2020, kas dan setara kas Jasa Marga tercatat Rp3,92 triliun atau turun 9,5% dibandingkan posisi Desember 2019. Hasil penerbitan juga akan dipergunakan  sebagai modal kerja dan belanja modal perusahaan, seperti untuk pemeliharaan jalan tol dan sarana penunjang jalan tol, serta peningkatan fasilitas jalan tol.

Manajemen JSMR menyebut, apabila dana hasil penerbitan SBK belum dipergunakan seluruhnya, penempatan sementara dana hasil penerbitan memperhatikan keamanan dan likuiditas serta dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi perusahaan. Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana secara berkala kepada Bank Indonesia (“BI”) sesuai dengan PBI 19/2017 dan peraturan pelaksanaannya.

Sementara periode penawaran SBK telah dibuka sejak 18 September lalu dan akan berlangsung hingga 7 Oktober 2020. Tanggal penetapan nominal penerbitan SBK ini adalah pada 8 Oktober 2020. Pembayaran dari investor ke JSMR akan dilakukan pada 14 Oktober 2020. Adapun distribusi SBK secara elektronik di KSEI juga akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2020.

Tahun ini, perseroan mematok target bisnis cukup konservatif atau berharap pendapatannya sama dengan tahun lalu. Hal ini mempertimbangkan dampak pandemi Covid-19 terhadap pencapaian kinerja perseroan. Tengok saja, pada Mei 2020 rata-rata pendapatan harian jalan tol tertekan hingga lebih dari 55% dibanding hari biasa. Akan tetapi, kondisi ini semakin membaik seiring dengan PSBB yang memasuki masa transisi. Pada Juni 2020 rata-rata pendapatan harian jalan tol tertekan 20%. Adapun untuk saat ini, tekanan yang dirasakan kurang lebih 10% dibanding hari biasa.

BERITA TERKAIT

XL Perketat Protokol Kesehatan Karyawan dan Mitra Kerja

      Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan tidak ada satu pun karyawan yang bertugas di area…

ASN Harus Jadi Pionir Dalam Memerangi Covid-19

Membagun kedisplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, menjadi kata kunci dalam menekan penyebarannya. Hanya saja membangun…

Ikut Perangi Dampak Covid-19 - Maybank Indonesia Bantu Finansial Debitur

Penanganan virus corona atau Covid-19 beserta dampaknya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu peran serta pihak swasta seperti…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

XL Perketat Protokol Kesehatan Karyawan dan Mitra Kerja

      Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan tidak ada satu pun karyawan yang bertugas di area…

ASN Harus Jadi Pionir Dalam Memerangi Covid-19

Membagun kedisplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, menjadi kata kunci dalam menekan penyebarannya. Hanya saja membangun…

Ikut Perangi Dampak Covid-19 - Maybank Indonesia Bantu Finansial Debitur

Penanganan virus corona atau Covid-19 beserta dampaknya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu peran serta pihak swasta seperti…