Metland Catat Pra Penjualan Rp 540 Miliar

NERACA

Jakarta – Hingga akhir Agustus 2020, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatatkan angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp540 miliar.”Perolehan tersebut, sekitar Rp365 miliar didapat dari penjualan proyek residensial sementara Rp175 miliar yang tersisa berasal dari segmen pendapatan berulang (recurring income). Dimana kontribusi terbesar didapat dari segmen menengah dan menengah-bawah,”kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land, Olivia Surodjo di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perusahaan akan menggunakan proyek-proyek eksisting untuk menggenjot angka penjualan di sisa tahun 2020.  Untuk proyek residensial, perusahaan akan menawarkan sejumlah skema pembayaran.”Untuk segmen menengah dan menengah bawah kami ada skema easy payment, seperti book dan pay later," jelasnya.

Sementara itu, di segmen properti investasi, ia menilai properti milik perusahaan masih cukup diminati oleh investor, utamanya yang berada di daerah Barat. Untuk segmen ini, perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah skema pembayaran yang menarik seperti cicilan pendek. Hal ini dilakukan agar perseroan mendapat cash flow lebih cepat. Asal tahu saja, di semester pertama tahun ini, emiten properti ini membukukan penurunan laba bersih sebesar 58,05% seiring dengan kontraksi pendapatan perusahaan. 

Disebutkan,  perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp88,29 miliar. Perolehan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan semester I/2019 senilai Rp210,47 miliar. Kontraksi laba bersih itu sejalan dengan menurunnya pendapatan perusahaan yang pada paruh pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp390,25 miliar. Perolehan ini lebih rendah 34,74% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2019 senilai Rp598,04 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan bisa meraup marketing sales sebesar Rp2 triliun—Rp2,1 triliun. Disebutkan,target pra penjualan pada 2020 sama dengan tahun lalu. Perseroan akan meluncurkan klaster baru di proyek berjalan. Salah satunya, proyek di Cakung yang bekerja sama dengan Keppel Land Limited (Keppel Land).“Peluncuran yang benar-benar baru sepertinya belum. Namun, kami akan ada peluncuran tahap kedua di Wysteria Cakung. Itu kerja sama operasi dengan Keppel Land,”kata Olivia.

Perseroan juga memiliki proyek hotel di Majalengka, Jawa Barat. Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Metropolitan Land Anhar Sudradjat mengatakan saat ini masih dalam tahap pertama dengan pengerjaan 110 kamar. MTLA, lanjutnya telah menggelontorkan dana sebesar Rp110 miliar untuk pengerjaannya.

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…