Minim Sentimen Positif Bikin IHSG Terkoreksi

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin(28/9) awal pekan ditutup di zona merah di tengah penguatan mayoritas bursa kawasan Asia. IHSG Senin sore ditutup melemah 22,93 poin atau 0,46% ke posisi 4.922,86. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,21 poin atau 0,82% menjadi 754,11.

Disampaikan analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, pelemahan indeks BEI dikarenakan minimnya sentimen positif,”Tidak ada data makroekonomi domestik maupun global yang memberikan high positive impact terhadap pasar. IHSG juga dipengaruhi sentimen Covid-19 second wave, post-Brexit talks, dan market juga menanti debat capres AS pada Selasa nanti,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan lebih banyak menghabiskan waktu di teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor aneka industri paling dalam yaitu minus 1,97%, diikuti sektor keuangan dan sektor pertanian masing-masing minus 1,58% dan minus 1,15%. Sedangkan tiga sektor meningkat dimana sektor pertambangan naik paling tinggi yaitu 0,34%, diikuti sektor properti dan sektor infrastruktur masing-masing 0,27% dan 0,21%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp593,12 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 661.334 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,75 miliar lembar saham senilai Rp6,32 triliun. Sebanyak 184 saham naik, 235 saham menurun, dan 156 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei ditutup menguat 307 poin atau 1,32% ke 23.511,62, indeks Hang Seng naik 210,39 poin atau 0,91% ke 23.445,81, dan indeks Straits Times menguat 8,82 atau 0,36% ke 2.481,1. Sebaliknya pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 17,16 poin atau 0,35% ke posisi 4.962,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,78 poin atau 0,63% ke di posisi 765,1.”IHSG diperkirakan bergerak menguat perdagangan Senin yang ditopang dominasi sejumlah sentimen positif " kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah.

Pada akhir pekan lalu, saham di bursa Wall Street menguat dan indeks saham utama Asia hari ini potensial mayoritas menguat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin setuju untuk melanjutkan pembicaraan terkait paket bantuan untuk menangani dampak pandemi.

Sementara itu, kasus penularan Covid-19 terus melonjak di global dan pasokan minyak akan meningkat beberapa waktu ke depan. Sentimen positif terakhir yaitu nilai tukar rupiah yang diperkirakan menguat terhadap dolar AS.

 

BERITA TERKAIT

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…