Indika Energy Bukukan Rugi US$ 21,91 Juta

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan beban rugi bersih sebesar US$ 21,91 juta, rugi bersih tersebut memburuk dibanding periode yang sama tahun 2019 yang masih mencatatkan laba bersih sebesar US$ 12,66 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Sementara total pendapatan INDY pada semester pertama tahun 2020 sebesar US$ 1,12 miliar turun 18,22% dibanding akhir Juni 2019 yang tercatat sebesar US$ 1,38 miliar. Beban pokok kontrak dan penjualan tercatat sebesar US$ 954,64 juta atau turun 16,62% dibanding kuartal II 2019 yang tercatat sebesar US$ 1,145 miliar.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai US$ 964,62 juta atau turun 7,75% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar US$ 1.045 miliar. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar US$ 2,4 miliar atau mengalami penyusutan 6,47% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar US$ 2,5 miliar. Adapun aset perseroan tercatat senilai US$ 3,368 miliar atau turun 6,845% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai US$ 3,616 miliar.

Sementara  kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat US$ 45,89 juta, naik 2,59% dibandingkan semester pertama 2019  yang tercatat US$ 44,73 juta. Tahun ini, perseroan mematok target produksi sebesar 30,95 juta ton. Tercatat per Juli 2020, realisasi produksi batubara PT Indika Energy Tbk mencapai 20,4 juta ton per Juli 2020. Produksi ini terdiri atas produksi PT Kideco Jaya Agung sebesar 19,5 juta ton batubara. Jumlah ini hampir sama dengan  realisasi produksi Kideco pada periode sama di tahun lalu, yakni sebanyak 19,6 juta ton.

Angka produksi juga disumbang oleh anak usaha lainnya, yakni PT Multi Tambang Utama (MUTU) yang memproduksi 900.000 ton batubara per Juli 2020. “Realisasi ini juga sama dengan jumlah yang dihasilkannya dalam periode yang sama di 2019,” ujar Head of Corporate Communication Indika Energy, Ricky Fernando.

INDY pun berharap perekonomian global dan pasar batu bara dapat membaik mulai akhir kuartal pada tahun ini, sehingga akan semakin meningkatkan kinerja perseroan. Perseroan bakal terus memacu kinerja dalam sisa empat bulan tahun ini sembari  menganalisa perkembangan pasar untuk menentukan strategi yang tepat di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19. mengatakan bahwa perseroan terus mengoptimalkan produksi dan hingga saat ini operasional berjalan sesuai target. 

Dia menjelaskan penurunan aktivitas perekonomian global dan melemahnya harga batubara ikut mempengaruhi kinerja perseroan.“Meski demikian, perseroan akan terus memastikan upaya efisiensi biaya, optimalisasi belanja modal, dan pengelolaan arus kas perseroan terus berjalan dengan baik,” ujar Ricky.

Adapun, perseroan saat ini tengah dalam proses budget reviewing dan akan melakukan analisa lebih lanjut setelah kajian rampung. Ricky menegaskan, saat ini INDY belum berencana merevisi target produksi. Hingga saat ini, target produksi INDY masih sesuai dengan target yang telah disepakati pemerintah yakni sebanyak 30,95 juta ton, yang terbagi atas dua porsi yakni Kideco sebesar 29,65 juta ton dan MUTU sebesar 1,3 juta ton.

 

 

BERITA TERKAIT

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…