Total Emisi Obligasi di Pasar Rp 65,43 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 81 Emisi dari 53 Emiten senilai Rp65,43 triliun. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sepekan kemarin, BEI mencatat satu obligasi yaitu obligasi berkelanjutan IV Pegadaian tahap III tahun 2020 (obligasi tahap III) dan sukuk mudharabah berkelanjutan I Pegadaian tahap III tahun 2020 (sukuk tahap III) yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) pada Rabu (23/9). Obligasi berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp2.420.000.000.000 sedangkan sukuk mudharabah berkelanjutan I Pegadaian tahap III tahun 2020 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp835.000.000.000.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap III adalah idAAA dan Sukuk Tahap III adalah idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 462 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,34 triliun dan US$ 47,5 juta diterbitkan oleh 127 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 108 seri dengan nilai nominal Rp3.329,33 triliun dan US$ 400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp7,40 triliun.

Tren pasar obligasi korporasi di semester kedua tahun ini masih  terus menunjukkan tren perbaikan . Salah satu indikasinya adalah jumlah penerbitannya yang terus meningkat belakangan ini. Data dari BEI menyebutkan, selama September 2020 sudah terdapat 16 obligasi korporasi dan dua sukuk korporasi yang diterbitkan. Ini membuat obligasi dan sukuk korporasi yang tercatat di BEI sepanjang tahun ini menjadi sebanyak 76 emisi dari 52 emiten.

Senior Vice President Financial Institution Ratings Division Pefindo, Hendro Utomo seperti dikutip kontan pernah bilang, dari segi outstanding, obligasi korporasi menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang semester II-2020. Sebagai gambaran, pada semester I-2020, total outstanding obligasi korporasi hanya sebesar Rp 30,03 triliun.”Berdasarkan catatan kami, total penerbitan obligasi korporasi sampai dengan awal September 2020 sekitar Rp 52 triliun. Di mana di dalamnya sebesar Rp 44.4 triliun dalam bentuk obligasi korporasi, sementara sisanya sukuk, Medium Term Notes (MTN), dan EBA,” ujarnya.

Dengan demikian, paruh kedua tahun ini baru berjalan dua bulan lebih, sudah ada pertumbuhan nilai outstanding sebesar Rp 29,35 triliun. Lebih lanjut, Hendro melihat emisi mulai meningkat seiring dengan pemulihan kegiatan ekonomi dibanding kuartal II-2020 yang sangat melambat seiring dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Oleh sebab itu, sebagian penerbitan surat utang yang tertunda di kuartal II-2020, akhirnya direalisasikan di semester II-2020.  Selain itu, naiknya nilai emisi juga didukung oleh iklim suku bunga yang rendah. Hendro menilai kondisi ini masih akan terus berlanjut hingga akhir.

BERITA TERKAIT

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…