Mitrabahtera Cetak Rugi Bersih US$ 4,3 Juta

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mencatatkan rugi bersih sebesar US$4,3 juta atau memburuk dibanding priode yang sama tahun lalu masih membukukan laba laba bersih sebesar US$ 728,1 ribu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara total pendapatan emiten perkapalan ini tercatat sebesar US$ 29,02 juta di paruh pertama atau terkoreksi 27,81% dibanding akhir Juni 2019 yang tercatat sebesar US$ 40,21 juta. Tapi beban langsung perseroan tercatat sebesar US$ 27,52 juta atau turun 15,21% dibanding semester I 2019 yang tercatat sebesar US$ 32,46 juta.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai US$ 167,18 juta atau turun 2,73% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 171,18 juta. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar US$ 50,75 juta atau mengalami peningkatan 9,73% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 46,25 juta. Adapun aset perseroan tercatat US$217,94 juta atau turun 0,08% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai US$ 218,13 juta.

Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat US$ 8,24 juta atau turun 8,12% dibandingkan semester pertama 2019 yang tercatat sebesar US$ 8,93 juta. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan tumbuh sebesar 10% kendati kinerja dibayangi sentimen virus corona dan penurunan harga minyak mentah. Maka guna mencapai hal tersebut, perseroan akan melakukan efisiensi secara internal dengan memotong biaya-biaya yang kurang terkait dengan operasional usaha.

Selain itu, optimalisasi kinerja aset-aset yang sudah ada juga akan semakin digenjot dengan mengejar kontrak-kontrak baru. Disamping itu, perseroan berusaha mengonversi spot revenue yang menguntungkan menjadi kontrak jangka panjang. MBSS juga getol melakukan efisiensi internal yang bisa mengurangi cycle time dan waiting time sehingga idle time berkurang, Dengan langkah ini, maka, otomatis pendapatan perseroan akan berpotensi bertambah karena akan lebih banyak lagi kargo yang akan diangkut.

Berikutnya, digitization seperti integrated voyage management - real time reporting, bunker management, scheduling optimization, business intelligence/analytics, juga akan menjadi pengembangan bisnis MBSS ke depannya. Kemudian untuk belanja modal dialokasikan sebesar US$ 14,6 juta atau lebih tinggi 24,7% dibandingkan belanja modal tahun lalu sebesar US$ 11,7 juta. Dimana belanja modal tahun ini sebagian besar akan digunakan untuk meremajakan kapal. 

BERITA TERKAIT

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…