Pemkab Lebak Minta Warga Gunakan BST untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

NERACA

Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta warga penerima dana bantuan sosial tunai (BST) yang digulirkan Kementerian Sosial, menggunakan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.


"Kami yakin program DST itu mampu menyejahterakan masyarakat," kata Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Lebak Endin Toharudin di Lebak, Selasa (22/9).


Program BST yang diluncurkan sejak Juni 2020 bertujuan untuk membantu kategori masyarakat miskin dan warga yang terdampak langsung pandemi COVID-19.


Mereka warga menerima BST tersebut untuk tahap I sampai III masing-masing mendapatkan Rp600 ribu/bulan dan tahap IV serta V dibayar sekaligus Rp600 ribu,sedangkan tahap VI dibayar Rp300 ribu. Pendistribusian dana sosial tersebut agar masyarakat dapat dibelanjakan untuk keperluan pangan keluarga,seperti beras, lauk pauk, sayuran dan susu.


Selama ini, pihaknya mengapresiasi warga Kabupaten Lebak tidak ditemukan kerawanan pangan di tengah pandemi COVID-19 tersebut."Kami tidak henti-hentinya selalu mengajak dan mengimbau masyarakat agar dana BST untuk kebutuhan pangan keluarga," katanya menjelaskan.


Menurut dia, masyarakat Kabupaten Lebak yang menerima dana BST dari Kementerian Sosial itu tercatat sebanyak 144.218 kepala keluarga.


Kebanyakan dana BST tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan bahan pokok sehingga terpenuhi pangan keluarga. Sebab, program dana sosial itu untuk mengatasi kerawanan pangan akibat dampak pandemi COVID-19 tersebut.


Selama ini, ujar dia, pendistribusian dana BST berjalan lancar sesuai agenda juga menerapkan protokol kesehatan."Semua warga penerima dana sosial itu wajib memakai masker juga tidak berkerumun sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah agar tidak menularkan COVID-19," katanya.


Sementara itu, Titi Sumiati (50) warga Komdik Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya merasa terbantu adanya dana BST yang diterima Rp600 ribu/ bulan bisa memenuhi kebutuhan pangan.

"Kami menilai program dana sosial cukup meringankan ekonomi keluarga karena hingga tiga pekan tidak membeli kebutuhan pangan," kata Titi sambil menyatakan anaknya tiga orang. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Berdaya dalam Pandemi, Pertagas Bina Taruna Tani Budidaya Jangkrik

NERACA Karawang - PT Pertamina Gas Operation West Java Area (OWJA) menyerahkan secara simbolis 26 Paket Budidaya Jangkrik kepada Ketua…

KemenkopUKM Beri Bantuan Untuk Warga dan UKM Korban Banjir Bandang Garut Selatan

NERACA Garut - Kementerian Koperasi dan UKM memberikan bantuan berupa bahan pangan (sembako), pakaian, obat-obatan, hingga keperluan ibu dan anak,…

Dukung Perusahaan Kecil dan Menengah, WMS Luncurkan Program Digital HR Acceleration di Virtual Startup Factory 2020

NERACA Jakarta - WMS membuat sebuah langkah besar dalam membantu mengembangkan perusahaan kecil dan menengah di masa pandemi Covid-19. Program…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Berdaya dalam Pandemi, Pertagas Bina Taruna Tani Budidaya Jangkrik

NERACA Karawang - PT Pertamina Gas Operation West Java Area (OWJA) menyerahkan secara simbolis 26 Paket Budidaya Jangkrik kepada Ketua…

KemenkopUKM Beri Bantuan Untuk Warga dan UKM Korban Banjir Bandang Garut Selatan

NERACA Garut - Kementerian Koperasi dan UKM memberikan bantuan berupa bahan pangan (sembako), pakaian, obat-obatan, hingga keperluan ibu dan anak,…

Dukung Perusahaan Kecil dan Menengah, WMS Luncurkan Program Digital HR Acceleration di Virtual Startup Factory 2020

NERACA Jakarta - WMS membuat sebuah langkah besar dalam membantu mengembangkan perusahaan kecil dan menengah di masa pandemi Covid-19. Program…