Minim Sentimen Positif - Aksi Profit Taking Investor Bikin IHSG Merana

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (24/9) sore ditutup melemah seiring tekanan aksi jual asing. IHSG ditutup melemah 75,2 poin atau 1,53% ke posisi 4.842,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 14,18 poin atau 1,88% menjadi 740.

Kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino, IHSG turun karena kombinasi sentimen negatif dari eksternal dan internal.”Dari eksternal yaitu melemahnya bursa Wall Street, dan dari internal masih adanya sentimen negatif dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal tiga, serta masih terus bertambahnya kasus baru Covid-19. Volume perdagangan yang relatif tidak besar dan net sell asing juga menjadi tambahan tekanan di pasar," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor pertanian turun paling dalam yaitu minus 2,84%, diikuti sektor pertambangan dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,99% dan minus 1,88%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp498,35 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 532.413 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,17 miliar lembar saham senilai Rp5,8 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 345 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu bursa saham regional Asia sore antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 258,67 poin atau 1,11% ke 23.087,82, Indeks Hang Seng turun 431,44 poin atau 1,82% ke 23.311,07, dan Indeks Straits Times melemah 22,21 atau 0,9% ke 2.458,93.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 41,6 poin atau 0,85% ke posisi 4.876,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,74 poin atau 1,42% ke di posisi 743,44. “Arahan negatif dari indeks-indeks di Wall Street diperkirakan turut memicu pelemahan IHSG pada hari ini," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara.

Pasar saham AS pada Rabu (23/9) kemarin ditutup turun cukup dalam. Dow Jones melemah 1,92 persen, S&P500 - turun 2,37%, dan Nasdaq terkoreksi 3,02%. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga masih akan mencermati perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan per 23 September 2020,  jumlah akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 257.388 kasus positif dimana 187.958 kasus sembuh dan 9.977 kasus meninggal.

Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan akan diperdagangkan dalam rentang 4.850 - 4.975 dengan kecenderungan melemah. Seiring sentimen di atas, pelaku pasar disarankan sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam melakukan akumulasi beli. Investor dapat mencermati peluang beli saham di harga rendah (buy on weakness) saham-saham perbankan seperti BBRI, BBCA, BBNI dan BMRI.

Selain saham-saham perbankan, pelaku pasar juga dapat mencermati saham-saham batubara seperti ADRO dan PTBA. Harga kontrak berjangka (future) batubara dan gas bumi yang mulai menunjukkan indikasi kembali menguat, dapat menjadi sentimen positif bagi saham-saham tersebut.

Bursa saham regional Asia Kamis pagi antara lain indeks Nikkei dibuka melemah 147,86 poin atau 0,63% ke 23.198,63, indeks Hang Seng turun 381,2 poin atau 1,61% ke 23.361,31, dan indeks Straits Times melemah 25,22 atau 1,02 % ke 2.455,92.

BERITA TERKAIT

Gaet Mitra 10 - Bank BTN Genjot Transaksi Kartu Debit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik PT Catur Mitra Sejati Sentosa, melakukan…

Berkah Bonus Demografi Jadi Peluang Pembiayaan Perumahan

BP Tapera menyatakan bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada sekitar tahun 2020-2030 akan membuat kebutuhan akan rumah meningkat pesat.…

Membangun Optimisme Dengan Perkuat Investor Lokal

Sikap optimisme dan bukan overconfident harus selalu pegang para investor dalam mengambil suatu keputusan dengan tetap memperhitungkan risiko yang ada.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gaet Mitra 10 - Bank BTN Genjot Transaksi Kartu Debit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik PT Catur Mitra Sejati Sentosa, melakukan…

Berkah Bonus Demografi Jadi Peluang Pembiayaan Perumahan

BP Tapera menyatakan bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada sekitar tahun 2020-2030 akan membuat kebutuhan akan rumah meningkat pesat.…

Membangun Optimisme Dengan Perkuat Investor Lokal

Sikap optimisme dan bukan overconfident harus selalu pegang para investor dalam mengambil suatu keputusan dengan tetap memperhitungkan risiko yang ada.…