Kembangkan Pemasaran Pertanian, Kementan Menggandeng Bukalapak

NERACA

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) resmi bekerjasama dengan perusahaan e-commerce Bukalapak. Kerjasama tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas usaha dan fasilitas pemasaran online untuk pelaku usaha di bidang pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, kerjsama ini merupakan bukti kuat bahwa indonesia memiliki kemajuan dan kemandirian usaha yang terus berkembang pesat secara modern.

"Hadirnya Bukalapak yang bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan PPSDM melalui ini menandakan bahwa pertanian kita tidak seperti kemarin. Pertanian kita bersama Bukalapak menandakan pertanian modern yang terus berlangsung hingga saat sekarang ini," ujar Syahrul.

Syahrul pun mengatakan, kerjasama ini diharapakan mampu memutus mata rantai perdagangan yang selama ini merugikan para petani dan para pelaku usaha pertanian lainnya.

Disisi lain, Syahrul mengakui bahwa kemajuan sebuah daerah, kabupaten, provinsi bahkan kemanjuan nasioanl sangat ditentukan oleh akselerasi pertanian yang mampu dioptimalkan untuk lebih kuat karena hal ini turut menandai kekuatan sebuah bangsa.

“Indonesia adalah negara agraris dengan sumber daya alam yang melimpah mulai dari pantai, dataran rendah maupun dataran tinggi yang bisa menjadi resource yang bisa dimanfaatkan anak bangsa,” ujar Syahrrul.

Syahrrul juga menambahkan bahwa pertanian Indonesia bisa menyumbang hasil kinerja yang lebih dari capaian yang sudah ada selama ini. Pertanian menjadi pilar utama negara dimana negara bisa kuat jika lahir kekuatan ekonomi yang baik dan ekonomi yang baik ditandai dengan pertanian yang maju.

“Saat ini negara negara maju di dunia sudah mulai kembali bertani. Apalagi kita memang negara agraris, negara pertanian sehingga sektor ini menjadi bagian penting,” ucap Syahrul.

Syahrul pun menjelaskan, pihaknya juga akan terus mendorong para petani muda atau kaum millenial bahwa pertanian itu menjanjikan kehidupan. Pertanian kini sudah bertransformasi dengan berbagai teknologi, mekanisasi yang akan terus ditingkatkan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dimana sektor pertanian harus berinovasi dengan berbagai akselerasi dibidang pertanian.

“Saat ini sektor Pertanian mampu tumbuh positif dari lima sektor penyumbang ekonomi nasional lainnya.Disaat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,3 persen, pertanian menjadi satu – satunya sektor yang mengalami pertumbuhan 2,19 persen (year on year),” tutur Syahrul.

Bahkan Syahrul mengakui bahwa kinerja kinerja petani, pada masa pandemi Covid-19 ini menjadi pahlawan yang menjaga perekonomian nasional.

"Mari kita putus mata rantai itu dengan mengahadirkan Kostratani sebagai sumber informasi dan pada akhirnya melalui itulah terjadi transaksi antara pasar dan petani," himbau Syahrul.

Sementara itu, CEO Bukalapak, Rahmat Kaimuddin mendukung upaya Kementan dalam mengembangkan usaha tani melalui sistem e-commerce. Bukalapak, siap membangun pertanian indonesia melalui pemutusan mata rantai distribusi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga barang yang baik dan kesejahteraan petani ikut meningkat.

"Saya berharap rencana kerjasama tersebut bisa membawa manfaat bagi masyarakat banyak, sehingga melalui teknologi dari Bukalapak bisa membantu petani mendapatkan pasar untuk membuka hasil panennya dan meraih hasil yang menguntungkan," jelas Kaimuddin.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Riyanto mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memfokuskan program dan kebijakanya untuk membangkitkan sektor pangan nasional.

Artinya harus diakui bahwa sektor pertanian adalah strategis dalam menjadikan Indonesia lebih maju, mandiri dan modern.

"Saya berharap peringatan hari tani nasional tahun ini merupakan momentum bagi bangsa ini untuk memfokuskan program dan kebijakanya terhadap sektor pertanian. Pertanian harus terus maju dan berkembang, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat," ujar Riyanto.

Seperti diketahui, Kementan memiliki 5 strategi jitu dalam menjalankan pembangunan pertanian di tahun 2021 memdatang. Kelima strategi itu diantaranya adalah memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing pertanian di pasar global.

BERITA TERKAIT

UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM Dalam Rantai Pasok

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) optimis bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi usaha mikro…

Ditengah Pandemi UMKM Wajib Didorong

NERACA Jakarta - Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para pelaku usaha kecil dan menengah…

Bersinergi Mempromosikan Poduk Lokal

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh diaspora Indonesia di luar negeri untuk ikut mempromosikan produk buatan lokal. Salah satunya,…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM Dalam Rantai Pasok

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) optimis bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi usaha mikro…

Ditengah Pandemi UMKM Wajib Didorong

NERACA Jakarta - Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para pelaku usaha kecil dan menengah…

Bersinergi Mempromosikan Poduk Lokal

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh diaspora Indonesia di luar negeri untuk ikut mempromosikan produk buatan lokal. Salah satunya,…