DSSA Miliki OWK FREN Senilai Rp 3,4 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengaku kini telah menguasai 15% kepemilikan pada PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), setelah Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp3,4 triliun dicatatkan menjadi saham pada tanggal 22 September 2020. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan, nilai kepemilikan itu akan dicatatkan dalam laporan keuangan perseroan sesuai dengan nilai pasar saham tersebut. Pada saat bersamaan, PT Smartfren Telecom Tbk juga mengumumkan telah melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) II dan II menjadi 34 miliar saham seri C dengan nilai pelaksanaan Rp100 per lembar.

Hingga akhir Juni 2020, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk mencatatkan laba bersih sebesar US$ 22,45 juta atau turun 39,35% dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar US$ 37,02 juta. Perseroan menyebutkan, total pendapatan usaha pada semester pertama tahun 2020 sebesar US$ 771,6 juta atau turun 7,25% dibanding akhir Juni 2019, yang tercatat sebesar US$ 832,08 juta. Tapi beban pokok penjualan tercatat sebesar US$ 479,49 juta atau turun 11,2% dibanding semester I 2019, yang tercatat sebesar US$ 539,98 juta.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai US$ 1,75 miliar atau naik 7,08% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 1,63 miliar. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar US$ 2,093 miliar atau mengalami peningkatan 0,62% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 2,08 miliar. Adapun aset perseroan tercatat senilai US$ 3,84 miliar atau naik 3,49% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai US$ 3,71 miliar.

Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat senilai US$ 148,39 juta atau naik 190% dibandingkan semester pertama 2019 yang tercatat senilai US$51,21 juta. Sebagai informasi, tahun ini perseroan membidik pendapatan sebesar US$1,8 miliar atau tumbuh 12,5% dibandingkan dengan realisasi pada 2019. Target pertumbuhan pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu. Perseroan juga mengalokasikan belanja modal sebesar US$160 juta pada tahun ini

Corporate Secretary Dian Swastika Sentosa, Susan Chandra seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, kontribusi terbesar masih akan berasal dari segmen pertambangan dan perdagangan batu bara.

BERITA TERKAIT

XL Perketat Protokol Kesehatan Karyawan dan Mitra Kerja

      Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan tidak ada satu pun karyawan yang bertugas di area…

ASN Harus Jadi Pionir Dalam Memerangi Covid-19

Membagun kedisplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, menjadi kata kunci dalam menekan penyebarannya. Hanya saja membangun…

Ikut Perangi Dampak Covid-19 - Maybank Indonesia Bantu Finansial Debitur

Penanganan virus corona atau Covid-19 beserta dampaknya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu peran serta pihak swasta seperti…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

XL Perketat Protokol Kesehatan Karyawan dan Mitra Kerja

      Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan tidak ada satu pun karyawan yang bertugas di area…

ASN Harus Jadi Pionir Dalam Memerangi Covid-19

Membagun kedisplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, menjadi kata kunci dalam menekan penyebarannya. Hanya saja membangun…

Ikut Perangi Dampak Covid-19 - Maybank Indonesia Bantu Finansial Debitur

Penanganan virus corona atau Covid-19 beserta dampaknya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu peran serta pihak swasta seperti…