Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - FIF Tawarkan Kupon Bunga Hingga 7,25%

NERACA

Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Federal International Finance atau FIF kembali menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun. Ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan IV dengan target dana sebesar Rp15 triliun. Bertajuk obligasi IV tahap II Rp1,5 triliun, jumlah ini sama dengan obligasi berkelanjutan IV tahap I yang telah diterbitkan pada 2019 lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Dalam pengumuman itu disebutkan, bahwa obligasi FIF kali ini terdiri dari dua seri yakni seri A senilai Rp854,56 miliar berbunga 6,29% jatuh tempo dalam 370 hari atau pada 17 Oktober 2021. Kemudian seri B senilai Rp645,22 miliar berbunga 7,25% jatuh tempo selama 36 bulan atau pada 7 Oktober 2023.

FIF akan menawarkan obligasi ini pada tanggal 1-2 Oktober 2020 dengan bantuan penjamin pelaksana emisi obligasi ini, antara lain; PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Jika sesuai rencana, obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Oktober 2020.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan bisnis pembiayaan otomotif hanya tumbuh 5%. Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya mengakui bahwa target pertumbuhan tersebut sangat kecil bila dibandingkan pada tahun 2019 yang tumbuh sebesar 9% secara year on year (yoy). "Pertumbuhan tersebut memang sangat mini, tapi tahun ini kita akan manfaatkan value chain di roda dua. Bila pasar roda dua akan naik apabila kita support dari timnya, otomatis dari FIF Group akan naik,”ujarnya.

Pertumbuhan mini yang ditargetkan tahun ini bukan tanpa alasan. Menurut Margono, kondisi makro yang masih belum stabil dan wabah virus corona atau Covid-19 di negara-negara mitra dagang Indonesia diperkirakan akan membawa dampak langsung di wilayah produksi. Akhirnya mengurangi minat masyarakat membeli sepeda motor baru.

 

BERITA TERKAIT

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…