Ancamanan Resesi Ekonomi Hantam IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (22/9), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terkoreksi seiring naiknya jumlah kasus positif Covid-19. IHSG ditutup melemah 65,27 poin atau 1,31% ke posisi 4.934,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 11,6 poin atau 1,51% menjadi 756,38.

Kata analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, pelemahan IHSG salah satunya disebabkan kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua Covid-19 mengingat jumlah kasus positif terus meningkat.”Sentimen lainnya yaitu adanya statement Sri Mulyani yang diberitakan media bahwa Indonesia akan mengalami resesi pada pengumuman GDP Q3 pada awal November nanti. Adanya laporan intelijen dari FinCEN Files juga turut mempengaruhi perilaku pasar untuk bersikap wait and see," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dokumen hasil penyelidikan FinCEN Files mengungkapkan transaksi beberapa bank global besar yang diduga memuluskan praktek pencucian uang, diduga juga mengalir ke Indonesia. Selain itu penurunan IHSG juga dipengaruhi sentimen dari kawasan Asia Timur yang kembali memanas mengingat adanya ketegangan antara China dengan Taiwan.

Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor pertanian turun paling dalam yaitu minus 2,5%, diikuti sektor keuangan dan sektor konsumer masing-masing minus 1,97% dan minus 1,2%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp632,5 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 559.655 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,59 miliar lembar saham senilai Rp6,87 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 305 saham menurun, dan 147 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu bursa saham regional Asia sore kemarin antara lain, indeks Shanghai ditutup melemah 42,64 poin atau 1,29% ke 3.274,3, Indeks Hang Seng turun 233,84 poin atau 0,98% ke 23.716,85, dan Indeks Straits Times turun 23,02 atau 0,93% ke 2.462,69.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 51,63 poin atau 1,03% ke posisi 4.947,73. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,7 poin atau 1,78% ke di posisi 754,27.”Kami proyeksi IHSG pada perdagangan Selasa kembali melemah dengan masih banyaknya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporannya.

Semalam bursa AS ditutup melemah. Beberapa indeks utama Eropa juga turut turun tajam. Pelaku pasar khawatir akan diterapkannya kembali lockdown di Eropa dan kemungkinan penundaan stimulus baru dari kongres. Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia pun kompak ditutup melemah. Sementara IHSG ditutup turun 1,18 persen ke level 4.999,4.

Beberapa sentimen yang dapat mempengaruhi perdagangan hari ini yaitu kasus dokumen FinCen yang bocor mengindikasikan transaksi pencucian uang oleh beberapa bank besar dengan nilai mencapai US$ 2 triliun. Saham JP Morgan Chase & Co dan Bank of New York Mellon Corp ditutup turun masing-masing 3,1% dan 4%.

 

BERITA TERKAIT

Raih Izin Edar Alat Uji Covid-19 - Daewoong Siap Bantu Mengatasi Pandemi di Indonesia

Setelah resmi mendapatkan nomor izin edar AccuraDtect SARS-COV-2-RT-qPCR, perangkat tes molecular untuk Covid-19 di Indonesia, PT Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia…

Sukses Bawa Perusahaan Melantai - Satu Global Investama Yakin Pasar Mulai Bangkit

PT Satu Global Investama (SGI), perusahaan financial advisor dan investment yang membiayai Pre-IPO financing sampai listing kembali sukses membawa perusahaan…

Laba Bersih BTN di Kuartal Tiga Tumbuh 39,72%

Di kuartal tiga 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk catatkan laba bersih tumbuh 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan tercatat…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Raih Izin Edar Alat Uji Covid-19 - Daewoong Siap Bantu Mengatasi Pandemi di Indonesia

Setelah resmi mendapatkan nomor izin edar AccuraDtect SARS-COV-2-RT-qPCR, perangkat tes molecular untuk Covid-19 di Indonesia, PT Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia…

Sukses Bawa Perusahaan Melantai - Satu Global Investama Yakin Pasar Mulai Bangkit

PT Satu Global Investama (SGI), perusahaan financial advisor dan investment yang membiayai Pre-IPO financing sampai listing kembali sukses membawa perusahaan…

Laba Bersih BTN di Kuartal Tiga Tumbuh 39,72%

Di kuartal tiga 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk catatkan laba bersih tumbuh 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan tercatat…