Saham Transkon Jaya Masuk Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Dinilai harga saham mengalami penurunan di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia dan tengah mencermati perkembangan pola transaksi TRJA sehubungan dengan terjadinya unusual market activity (UMA). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

BEI menjelaskan, pengumuman saham TRJA yang masuk dalam pengawasan atau UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan regulasi di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham TRJA tersebut, perlu BEI sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Sebagai informasi, TRJA parkir di zona merah setelah terkoreksi 5 poin atau 2,86% ke level Rp170 akhir sesi pertama Selasa (22/9). Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga telah mengalami koreksi 21,30%. TRJA baru saja melantai perdana di BEI pada 27 Agustus 2020. Perseroan menawarkan 375 juta lembar saham lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan harga pelaksanaan Rp250.

Sebelumnya, Corporate Secretary Transkon Jaya Alex Syauta mengungkapkan, dana yang dihimpun dari penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) merupakan salah satu sumber pendanaan belanja modal pada 2020.  Perseroan mengkombinasikan dana sendiri dan pembiayaan untuk pemenuhan kebutuhan belanja modal.”Untuk saat ini belanja modal kami untuk kendaraan dan target pengadaan kendaraan kurang lebih 400 unit,” ujarnya.

Alex mengatakan, penggunaan dana dari IPO akan terbagi menjadi dua. Sebanyak 70% untuk uang muka kendaraan dan 30% untuk pengadaan suku cadang. Dalam pengembangan bisnisnya, perusahaan pemberi jasa layanan sewa kendaraan ini tengah perluasan di tiga hal, yaitu jumlah dan jenis kendaraan yang disewakan, daerah layanan dan bidang layanan.

Di bidang layanan, PT Transkon Jaya Tbk yang selama ini fokus pada penyewaan kendaraan ringan berkemampuan offroad untuk angkutan logistik di komunitas pertambangan. Menurut Alex, ini akan diperluas kepada industri perkebunan dan infrastruktur. Peluang dari kedua industri tersebut dilihat sangat menjanjikan. Maka itu, dengan meluaskan bidang layanan, jumlah dan jenis kendaraan yang disewakan pun bertambah macamnya.“Ke depan kita melihat adanya potensi ekspansi pada penyewaan kendaraan berat seperti truk dan kendaraan berat lainnya,” kata Syauta.

Selanjutnya, Transkon juga melihat peluang untuk berekspansi ke timur dan barat Indonesia, yaitu ke Sulawesi-Maluku-Papua dan ke Sumatera. Menurut Syauta, selama ini Transkon sebenarnya juga sudah melayani sampai Sumatera dan Papua, dan pihaknya yakin dengan adanya tambahan modal dari pasar modal realisasi ekspansi akan terus berkembang.

Hingga Juli 2020 perseroan sudah mencatatkan 90 klien dengan kendaraan mencapai 2.100 unit dan tersebar dari Kalimantan, Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku Tenggara, hingga Papua tersebut.“Kami juga baru mendapatkan pelanggan baru di Maluku, di Pulau Halmahera. Pelanggan baru yang benar-benar baru,” kata Syauta.

Dari perluasan usaha ini Transkon Jaya berusaha menjadi pelopor perusahaan publik dari Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dapat terus berpegang teguh pada etika bisnis dan lingkungan serta bisa mempertahankan pasar, bahkan meluaskannya pasar layanannya.“Harapan kami Transkon dapat terus tumbuh dan berkembang secara dinamis, kompetitif, kokoh, dan berkelanjutan hingga masa yang akan datang,” ujar Syauta.

BERITA TERKAIT

Segera Serah Terima Ke Pembeli - Modernland Cilejit Kebut Pembangunan

Dalam waktu yang relatif tidak lama lagi, proyek perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan…

Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi…

Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Segera Serah Terima Ke Pembeli - Modernland Cilejit Kebut Pembangunan

Dalam waktu yang relatif tidak lama lagi, proyek perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan…

Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi…

Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142…