Kemendag Merangkul Pemangku Kepentingan Kopi Promosikan IG

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merangkul berbagai pihak untuk mempromosikan produk indikasi geografis (IG) seperti kopi arabika gayo di pasar global, khususnya Uni Eropa. Untuk itu, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan ekspor kopi di tengah tekanan krisis global.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan bahwa Indonesia Coffee Week merupakan upaya bersama dalam mempromosikan dan meningkatkan kesadaran akan IG sebagai komponen penting untuk meningkatkan ekspor melalui branding dan pemasaran produk.

Selain itu, IG merupakan cirri khas produk di wilayah tertentu di mana kualitas, reputasi, atau karakteristik melekat dengan daerah asal produk serta memiliki faktor lingkungan geografis produk. “Ciri-ciri tersebut meliputi faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, yang memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan,” ungkap Agus.

Agus juga mengungkapkan, Indonesia dan Uni Eropa telah memperkuat kerja sama ekonomi melalui ARISE Plus Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekspor dan integrasi Indonesia dalam rantai nilai global.

Bahkan, saat ini Indonesia dan Uni Eropa dalam proses negosiasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Salah satu kesepakatannya adalah pertukaran registrasi produk IG serta membuka jalan bagi pengakuan produk IG Indonesia di Uni Eropa dan sebaliknya.

“Produk IG Indonesia merupakan pembawa identitas bangsa Indonesia di pasar Eropa. Kopi arabika gayo merupakan produk IG Indonesia pertama yang diakui Eropa sejak 2017. Diharapkan dengan finalisasi IEUCEPA ini berbagai jenis kopi dan produk IG lainnya dapat diakui serta dilindungi di pasar Uni Eropa,” jelas Agus.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darusalam Vincent Piket juga mengakui bahwa perlindungan IG merupakan hal yang penting, baik secara ekonomi maupun budaya. Hal ini dapat membantu menciptakan nilai bagi masyarakat lokal melalui produk yang berakar kuat pada tradisi, budaya, dan geografi.

“Uni Eropa bangga memiliki sistem IG yang kuat dan mendukung perlindungan IG di Indonesia. Kedua pihak telah bertukar daftar IG yang akan tertuang dalam IEU CEPA setelah negosiasi selesai,” jelas Vincent.

Senada dengan hal itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan mengungkapkan, produk IG berpotensi menjadi kontributor utama kinerja ekspor nasional. Untuk itu, diperlukan kesiapan data dan informasi yang lengkap sebagai faktor kunci sebelum melakukan promosi produk.

Pengelolaan informasi produk IG sangat penting dan akan memudahkan pengambilan keputusan terkait promosi dan pemasaran, serta dalam menjalin kemitraan dengan pihak ketiga.

“Indonesia Coffee Week yang berlangsung pada 17—25 September 2020 dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kopi Indonesia. Diharapkan juga perwakilan perdagangan Eropa dapat memberi perhatian terhadap produk IG Indonesia, termasuk kopi arabika gayo, sehingga dapat menembus pasar global,” ungkap Kasan.

Kasan juga menyampaikan, untuk meningkatkan ekspor, Ditjen PEN juga melakukan berbagai langkah dan strategi. Langkah tersebut di antaranya, pertama peningkatan daya saing dan pengembangan produk atau design ekspor seperti klinik produk ekspor dan design, kolaborasi kerja dengan disainer, serta optimalisasi Indonesia Design Development Center (IDDC).

Kedua, penguatan standar produk dan persyaratan internasional untuk meningkatkan akses pasar global melalui fasilitasi sertifikasi Hazard analysis and critical control points (HACCP), Good Manufacturing Practice (GMP), Halal, Organik serta Hak Kekayaan Intelektual (paten, merek, indikasi geografis, dan desain industri).

Ketiga, pelatihan kepada calon eksportir baru, khususnya UKM, melalui program pendidikan dan pelatihan ekspor indonesia.

Di sisi lain. Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tengah Arslan Abdul Wahab menyambut apresiasi atas dukungan Kemendag dan Uni Eropa yang telah membantu mempromosikan kopi arabika gayo sebagai IG Indonesia sehingga diakui di EROPA.

“Diharapkan kerja sama ini terus berlanjut dan menghasilkan kontrak dagang serta dapat menyejarterakan eksportir dan petani kopi gayo di Aceh Tengah,” harap Arslan.

BERITA TERKAIT

Pertemuan Menteri RCEP Ke-11, Komit Pulihkan Ekonomi

NERACA Jakarta – Lima belas Menteri Ekonomi Negara Peserta Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) melakukan…

Standarisasi Pasar Tani Mendorong Petani Naik Kelas

NERACA Sleman - Pasar tani merupakan salah satu jalur pemasaran produk pertanian yang lebih ringkas. Apalagi di masa pandemi Covid-19,…

Dorong Ekspor melalui Dashboard Ekonomi Indonesia-Jepang JAIPONG

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui sinergi Kementerian Perdagangan (kemendag), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bank Indonesia (BI), dan Koordinasi Penanaman Modal…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pertemuan Menteri RCEP Ke-11, Komit Pulihkan Ekonomi

NERACA Jakarta – Lima belas Menteri Ekonomi Negara Peserta Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) melakukan…

Standarisasi Pasar Tani Mendorong Petani Naik Kelas

NERACA Sleman - Pasar tani merupakan salah satu jalur pemasaran produk pertanian yang lebih ringkas. Apalagi di masa pandemi Covid-19,…

Dorong Ekspor melalui Dashboard Ekonomi Indonesia-Jepang JAIPONG

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui sinergi Kementerian Perdagangan (kemendag), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bank Indonesia (BI), dan Koordinasi Penanaman Modal…