BEI Suspensi Perdagangan Sky Energy

NERACA

Jakarta – Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mulai perdagangan sesi pertama, Senin (21/9). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dan Kadiv. Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan. Kemudian BEI menjelaskan, sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham JSKY, bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara atas perdagangan saham perseroan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 21 September 2020 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.

Untuk diketahui, dalam perdagangan terakhir kemarin, Jumat (18/9) saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) terpantau ditutup menguat 21,31% ke harga Rp296 per saham. Dengan demikian saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) telah mengalami kenaikan hingga 284,6% jika dikalkulasi dari harga saham perseroan pada awal bulan ini, Selasa (1/9) yang masih ditutup di Rp104 per saham.

Sebagai informasi, emiten energi terbarukan ini bakal menggelar penerbitan saham baru atau rights issue dengan menetapkan harga Rp 500 per saham. Rencananya, saham baru yang bakal diterbitkan maksimal 199.188.920 lembar saham. Aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ini akan dimintakan restu pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2 Oktober 2020, mundur dari jadwal semula 24 September.

Sekretaris PT Sky Energy Indonesia Tbk, Firsky Kurniawan pernah bilang, penerbitan saham baru ini akan diikuti dengan waran sebanyak-banyaknya 707.120.666 dengan harga pelaksanaan Rp 650 dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor kepada para pemegang saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas dengan HMETD. Dengan right issue ini kata da, JSKY menargetkan akan mendapatkan tambahan modal sekitar Rp 99,59 miliar. Rencananya, seluruh dana akan digunakan untuk menambah modal kerja dan memperkuat struktur permodalan perseroan. "Right issues merupakan peluang bagi para pemegang saham untuk meningkatkan kontribusi dan prosentase saham," kata dia.

 

BERITA TERKAIT

Gaet Mitra 10 - Bank BTN Genjot Transaksi Kartu Debit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik PT Catur Mitra Sejati Sentosa, melakukan…

Berkah Bonus Demografi Jadi Peluang Pembiayaan Perumahan

BP Tapera menyatakan bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada sekitar tahun 2020-2030 akan membuat kebutuhan akan rumah meningkat pesat.…

Membangun Optimisme Dengan Perkuat Investor Lokal

Sikap optimisme dan bukan overconfident harus selalu pegang para investor dalam mengambil suatu keputusan dengan tetap memperhitungkan risiko yang ada.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gaet Mitra 10 - Bank BTN Genjot Transaksi Kartu Debit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik PT Catur Mitra Sejati Sentosa, melakukan…

Berkah Bonus Demografi Jadi Peluang Pembiayaan Perumahan

BP Tapera menyatakan bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada sekitar tahun 2020-2030 akan membuat kebutuhan akan rumah meningkat pesat.…

Membangun Optimisme Dengan Perkuat Investor Lokal

Sikap optimisme dan bukan overconfident harus selalu pegang para investor dalam mengambil suatu keputusan dengan tetap memperhitungkan risiko yang ada.…