BUMN Bangkitkan Ekonomi Dimulai dari UMKM

NERACA

Jakarta – Sebagai perusahaan plat merah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang jumlahnya terus dipangkas oleh Kementerian BUMN ini terus memberikan kontribusinya untuk menyelamatkan ekonomi dengan cara membangkitkan ekonomi lewat Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM). Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam webinar yang digelar Ruang Energi, Sabtu (19/9) menyampaikan bahwa BUMN juga diminta kontribusinya untuk menggerakkan ekonomi dimulai dari UMKM.

Menurut Arya, saat ini yang menjadi ujung tombak UMKM seperti yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan jaminan dari sisi pembiayaan dengan memberikan keringanan bunga atau tenggat waktu pembayaran kredit. “Di samping itu tadi Pak Erick (Menteri BUMN) menyiapkan program PaDi UMKM. Jadi setelah urusan kreditnya kita legakan maka berikutnya bagaimana produk mereka dibeli,” lanjut dia.

Ia mengatakan melalui program PaDi, diharapkan bisa memberi ruang dan peluang pelaku UMKM agar bisa memperoleh kesempatan mendapatkan pembiayaan dari BUMN. “Program PaDi inilah yang akan menjadi pemicu offtaker terhadap UMKM. Jadi kita minta semua BUMN sampai level Rp 14 miliar proyek-proyeknya itu diberikan kepada UMKM. Ini adalah langkah yang real bagaimana bumn menjadi offtaker,” katanya.

Sementara itu, dalam diskusi tersebut Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi Roekman mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu UMKM. Seperti memberikan keringanan biaya penyambungan untuk tambah daya UMKM sampai 75 persen. “Artinya bayarnya cukup 25 persen dari biaya yang seharusnya dibayar,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengembangkan usaha para pelaku UMKM di tengah pandemi, pihaknya telah menggelar 90 webinar dan 348 pelatihan. PLN juga turut membantu pelaku UMKM dalam peminjaman modal usaha. Membuka akses pasar melalui pameran-pameran. Serta memberikan stimulus,” tukasnya.

Lalu ada PT Pertamina (Persero). Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa Pertamina memberikan dukungan bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama tujuh bulan pandemi covid19 melanda Indonesia. Sebab, sebanyak 50 persen UMKM binaan perusahaan migas pelat merah ini mengalami penurunan pendapatan.

"Sudah menjadi tugas pertamina untuk mendukung kelangsungan hidup usaha kecil ini. Jadi Pertamina menyerap produk binaan UMKM ini untuk diserap ke masyarakat," katanya. Fajriyah menuturkan dalam tiga bulan terakhir Pertamina telah menggelontorkan bantuan lebih dari Rp3 miliar kepada 176 UMKM mitra binaan Pertamina.

Selain itu, Pertamina juga secara khusus membeli dan memakai 10 ribu produk binaan UMKM, seperti multivitamin, madu, sabun, hand sanitizer, disinfektan, dan masker untuk disalurkan kembali kepada masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan covid-19.

Selain itu, perusahaan BUMN ini juga melakukan pembinaan khusus kepada 6.518 mitra UMKM agar lebih adaptif melalui wabah covid-19. “Total bantuan sekitar Rp11,58 miliar termasuk dukungan di rumah BUMN," sebutnya.

Ketulusan untuk membantu para UMKM itu tak ditampik Fajriyah sebagai konsen Pertamina saat ini. Sebab, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Sebanyak 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari UMKM. UMKM pun dianggap memiliki peran yang sangat vital bagi perekonomian. "UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi nasional karena menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja di Indonesia dan menyerap 50 persen total investasi yang ada dan lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional," tuturnya.

BERITA TERKAIT

Agenda Revisi UU BPK Diduga Dilakukan Diam Diam

NERACA Jakarta - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencium aroma busuk dibalik rencana revisi Undang-undang (UU) No. 15 Tahun…

Komitmen Kementerian BUMN-Surveyor Indonesia Dukung Program PEN Melalui SafeGuard Label SIBV

NERACA Jakarta - Sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh pemerintah RI, PT Surveyor Indonesia (Persero) mengembangkan…

Dibalik Rencana Revisi UU BPK, Ada Pihak Yang Diuntungkan?

NERACA Jakarta - Center for Budget Analysis (CBA) menentang keras rencana revisi Undang-undang (UU) No. 15 Tahun 2006 tentang Badan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Agenda Revisi UU BPK Diduga Dilakukan Diam Diam

NERACA Jakarta - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencium aroma busuk dibalik rencana revisi Undang-undang (UU) No. 15 Tahun…

Komitmen Kementerian BUMN-Surveyor Indonesia Dukung Program PEN Melalui SafeGuard Label SIBV

NERACA Jakarta - Sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh pemerintah RI, PT Surveyor Indonesia (Persero) mengembangkan…

Dibalik Rencana Revisi UU BPK, Ada Pihak Yang Diuntungkan?

NERACA Jakarta - Center for Budget Analysis (CBA) menentang keras rencana revisi Undang-undang (UU) No. 15 Tahun 2006 tentang Badan…