WSBP Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan luar biasa (RUPSLB) tahun 2020 PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) merombak seluruh jajaran komisaris dan direksi perusahaan. Plt Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Ales Okta Pratama dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, sektor infrastruktur di Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan kinerja karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda.

Tercatat nilai kontrak dikelola perusahaan pada Juni 2020 tercatat sebesar Rp 5,60 triliun dengan nilai kontrak baru sebesar Rp 931 miliar. Pendapatan usaha perusahaan pada Juni 2020 tercatat sebesar Rp 1,10 triliun sedangkan laba bersih perseroan pada Juni 2020 tercatat sebesar Rp 5,18 miliar.”Dalam kondisi pandemi saat ini, WSBP terus melakukan upaya untuk mencapai target melalui strategi efisiensi biaya, melakukan inovasi untuk pengembangan produk baru, dan penguatan strategi pemasaran," ujarnya.

Selain itu, WSBP juga akan melakukan percepatan pencairan piutang dan menjaga cash flow operasional perusahaan tetap positif. Berikut susunan kepengurusan berdasarkan hasil RUPS-LB. Komisaris Utama: Fery Hendriyanto, Komisaris: I Gusti Ngurah Putra, Komisaris: Hadi Sucahyono, Komisaris Independen: Suhendro Bakri dan Komisaris Independen: Abdul Ghofarrozin.

Kemudian susunan direksi diantaranya, Direktur Utama: Moch Cholis Prihanto, Direktur: Mohamad Nur Sodiq, Direktur: Bima Harya Sena, Direktur: Heri Supriyadi dan Direktur: FX Poerbayu Ratsunu. Sebagai informasi, anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk ini membukukan performance kinerja keuangan yang negatif. Dimana di semester pertama tahun ini membukukan laba bersih sebesar Rp 5,17 miliar atau turun 98,62% dibandingkan dengan semester I/2019. Kala itu, perseroan mencetak keuntungan senilai Rp376,73 miliar.

Penurunan laba WSBP terjadi seiring dengan menurunnya pendapatan perusahaan yang pada paruh pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,1 triliun. Perolehan ini lebih rendah 71,2 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2019 senilai Rp3,82 triliun. Perseroan menyatakan akan berusaha menjaga kinerja yang positif dengan terus meningkatkan penjualan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar eksternal.

Pada kuartal II/2020 juga perseroan berhasil mencatatkan raihan nilai kontrak baru sebesar Rp 1,3 triliun. Porsi nilai kontrak eksternal sebesar 67% lebih besar dibandingkan nilai kontrak internal sebesar 33%. Beberapa proyek yang berhasil diraih antara lain proyek jalan tol Padang-Sicincin, proyek jalan tol Indralaya-Prabumulih, Rukan Sedayu Indocity, proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol Prabumulih-Muara Enim, Addendum proyek jalan tol Cibitung- Cilincing seksi 1, proyek jalan tol Krian-Legundi- Bunder-Manyar (KLBM) seksi 2, dan proyek lainnya.

BERITA TERKAIT

Maknai Sumpah Pemuda - Centang Ajak Pemuda Bahu Membahu Lawan Corona

Menyadari masih belum waspadanya masyarakat akan bahaya virus corona atau Covid-19 dan upaya pencegahannya, mendorong berbagai lapisan masyarakat dan komunitas…

Dengan Semangat Sumpah Pemuda - Generasi Muda Diharapkan Bersatu Melawan Covid-19

Peran pemuda sebagai agen perubahan untuk bangsa ini menjadi penting, terlebih di tengah menghadapi pandemi virus corona. Oleh karena itu,…

Dampak Sektor Pelayaran - UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut dan Guru Besar di Universitas Pertahanan Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menyebut UU…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Maknai Sumpah Pemuda - Centang Ajak Pemuda Bahu Membahu Lawan Corona

Menyadari masih belum waspadanya masyarakat akan bahaya virus corona atau Covid-19 dan upaya pencegahannya, mendorong berbagai lapisan masyarakat dan komunitas…

Dengan Semangat Sumpah Pemuda - Generasi Muda Diharapkan Bersatu Melawan Covid-19

Peran pemuda sebagai agen perubahan untuk bangsa ini menjadi penting, terlebih di tengah menghadapi pandemi virus corona. Oleh karena itu,…

Dampak Sektor Pelayaran - UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut dan Guru Besar di Universitas Pertahanan Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menyebut UU…