Sinergi Bersama Atasi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah membuat segalanya terdampak secara serius, baik status kesehatan hingga perekonomian rakyat Indonesia. Apalagi ketika PSBB diterapkan, tidak sedikit pekerja yang mendadak tidak berpenghasilan karena di-PHK atau dirumahkan oleh pemberi kerja. Meredam penyebaran Covid-19 tentu mutlak dilakukan oleh semua pihak, baik instansi negeri maupun swasta. Keduanya harus bersinergi agar pandemi ini bisa tertangani dengan baik.

            Pandemi Covid-19 dapat dikatakan sebagai lawan yang berat untuk ditaklukan. Apalagi jika pemerintah harus melawannya sendirian, tentu rasanya tidak sanggup. Apalagi sebelumnya kita sempat mengetahui bahwa alat pelindung diri (APD) pada awal masa pandemi adalah perlengkapan yang sulit untuk didapatkan. Sehingga peran dari swasta, NGO ataupun komunitas berbasis volunter dalam memberikan bantuan adalah salah satu langkah nyata dalam mendukung tenaga medis yang tetap bekerja selama pandemi.

            Karena itu, sinergitas lintas sektor harus terus diupayakan, karena Covid-19 telah menghasilkan beragam permasalahan yang membutuhkan kerjasama dalam menanganinya. Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah dan pelaku pasar dalam menghadapi dampak Covid-19.

Meski demikian, Presiden Jokowi menegaskan persoalan kesehatan harus diprioritaskan terlebih dulu ketimbang masalah ekonomi. Untuk itu, dibutuhkan sebuah sinergi yang erat untuk menangani pandemi Covid-19 secara komprehensif. Presiden menyadari bahwa angka penularan saat ini masih tergolong tinggi, walau tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sudah mencapai rata-rata 70%, di atas ketentuan WHO. 

            Melihat tingginya angka penularan di beberapa kota besar, pemerintah sudah saatnya membuat desain testing yang menyeluruh untuk semua daerah di Indonesia, sehingga proses penyebaran dapat dikendalikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Bagaimanapun, sinergi penanganan pandemi harus dapat dijaga dan ditangani secara standar dan terintegrasi sebagai sebuah kesatuan.

            Khusus untuk menangani penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, kota Surabaya tidak bisa sendiri. Melainkan partisipasi dari kota Gresik, Sidoarjo dan kabupaten yang lain harus dalam satu manajemen. Hal ini dikarenakan arus mobilitas keluar masuk tidak hanya dari Surabaya, tetapi dari daerah yang lain juga terdampak terhadap naik dan turunnya angka kejadian Covid-19.

            Tidak heran jika Presiden juga telah menginstruksikan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II untuk turut serta dalam menangani Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur. Ini bertujuan agar pengendalian Covid-19 di Jawa Timur, dapat dilakukan dengan bersinergi dan terintegrasi di antara unit organisasi yang ada. Seluruh pihak diminta bergerak bersama dalam kerangka manajemen krisis sehingga dapat segera menurunkan angka penyebaran pandemi di provinsi tersebut.

            Tidak hanya itu. Sinergi di lain sektor juga dilakukan oleh Kementerian Pertanian dengan PP Muhammadiyah dalam upaya peningkatan ketahanan pangan nasional. Sinergi ini ditujukan agar daya beli masyarakat yang melemah akibat pandemi dapat hidup kembali.

            Sinergi penguatan tentu sangat vital, sebab PSBB telah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, sehingga PP Muhammadiyah dan Kementan perlu melakukan upaya untuk menyejahterakan masyarakat selama pandemi masih berlangsung.

           Muhammadiyah sebagai organisasi besar yang memiliki stakeholder di seluruh Indonesia tentunya dapat menjalin dengan berbagai pihak. Antara lain menjalin kerja sama di bidang ketahanan pangan bersama untuk membuat percontohan yang dapat menghidupkan kembali perekonomian masyarakat. Dalam kerjasama ini, pihak Kementerian Pertanian dan PP Muhammadiyah akan membentuk gugus tugas yang fokus terhadap lahan yang akan digarap.

TNI-AD bersama Universitas Airlangga dan Badan Intelijen Negara (BIN) juga bekerja sama melakukan penelitian dan uji klinis atas vaksin untuk virus Corona yang sudah didaftarkan ke Badan POM untuk memperoleh izin edar, sebagai upaya preventif mencegah penyebaran virus di masyarakat di waktu mendatang. 

            Bagaimanapun, pandemi Covid-19 tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, karena ada banyak sektor yang terdampak akibat makhluk yang tak kasat mata ini, sehingga sinergi antar pihak menjadi hal yang sangat penting dalam mengatasi pandemi Covid-19.

BERITA TERKAIT

Omnibus Law Kebutuhan Hukum

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah dan DPR-RI akhirnya sepakat mengajukan RUU Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law) ke…

Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

Meski pandemi Covid-19 sudah berjalan tujuh bulan di Indonesia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite PC-PEN menegaskan, akan…

Disiplin Prokes di Pariwisata

Tragedi pandemi Covid-19 ternyata telah menghancurkan tidak saja sektor kesehatan masyarakat, namun juga perekonomian, khususnya  pariwisata. Di tengah pandemi Covid-19…

BERITA LAINNYA DI Editorial

Omnibus Law Kebutuhan Hukum

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah dan DPR-RI akhirnya sepakat mengajukan RUU Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law) ke…

Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

Meski pandemi Covid-19 sudah berjalan tujuh bulan di Indonesia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite PC-PEN menegaskan, akan…

Disiplin Prokes di Pariwisata

Tragedi pandemi Covid-19 ternyata telah menghancurkan tidak saja sektor kesehatan masyarakat, namun juga perekonomian, khususnya  pariwisata. Di tengah pandemi Covid-19…