Disiplin Protokol Kesehatan Kunci Sukses Produktif di Era AKB

Oleh: Siska Aprilia, Pengamat Kebijakan Publik

Pandemi COVID-19 mengubah pola perilaku masyarakat di berbagai bidang. Mulai dari adanya pembatasan sosial atau social distancing yang membuat masyarakat melakukan sebagian besar aktivitasnya dari rumah, sampai imbauan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi serta suplemen multivitamin. Perubahan kebiasaan inilah yang perlu diadaptasi kembali dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, meskipun masih banyak ancaman dari COVID-19.

Istilah new normal diganti menjadi adaptasi kebiasaan baru (AKB) agar masyarakat lebih sadar untuk menjaga higienitas. Karena pandemi masih belum berakhir, bahkan Covid-19 bisa menyebar melalui airborne. Jadi kita masih harus pakai masker dan mematuhi protokol kesehatan

Pemerintah tidak henti-hentinya mengkampanyekan untuk rajin cuci tangan atau pake hand sanitizer, pakai masker, dan jaga jarak. Juga menyarankan agar masyarakat menjaga kesehatan dan imunitas lingkungan.

Adaptasi kebiasaan baru berarti berusaha hidup dengan produktif walau ada virus covid-19 di Indonesia. Kita hidup berdampingan dengan Covid-19 dan bekerja kembali di luar rumah, dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena virus ini tidak akan menular ketika manusia sehat. Karena sekarang Covid-19 makin ganas dan bisa menular lewat udara, jadi masyarakat harus tetap waspada.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmita, adaptasi kebiasaan baru dimaknai sebagai perubahan perilaku masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan

Berikut panduan Protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru, diantaranya:

1. Selalu menggunakan masker selama berada di area publik

2. Jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun danair mengalir atau menggunakan handsanitizer

3. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung dan mulut.

4. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), bisa berjalan secara efektif jika masyarakat mau menaati dan konsisten menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan secara bersama-sama. Diharapkan, segala lapisan masyarakat bisa memahami dan menjalankan tatanan hidup baru ini dengan sebaik-baiknya agar bisa tetap beraktivitas kayaknya normal namun terhindar dari penyebaran Covid-19 lewat penerapan protokol kesehatan dengan baik merupakan cara efektif cegah penularan Covid-19, mari berjuang bersama lawan penyebaran Covid-19 dengan menyukseskan era Adaptasi Kebiasaan Baru.

BERITA TERKAIT

Minyak Jelantah dan Potensi Pengembangan Biodiesel

  Oleh: Joko Tri Haryanto, Peneliti BKF Kemenkeu *)   Terhitung mulai 1 Januari 2020 sedianya pemerintah akan melarang peredaran…

Omnibus Law Ciptaker Untungkan Pekerja Kontrak

  Oleh : Edi Jatmiko, Pengamat Kebijakan Publik Omnibus law Ciptaker adalah solusi bagi dunia tenaga kerja, termasuk para pegawai…

Pemerintah Pastikan Vaksin Aman untuk Masyarakat

  Oleh : Raavi Ramadhan, Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor Pemerintah telah menetapkan target bahwa vaksin Covid-19 akan tersedia dan terjangkau…

BERITA LAINNYA DI Opini

Minyak Jelantah dan Potensi Pengembangan Biodiesel

  Oleh: Joko Tri Haryanto, Peneliti BKF Kemenkeu *)   Terhitung mulai 1 Januari 2020 sedianya pemerintah akan melarang peredaran…

Omnibus Law Ciptaker Untungkan Pekerja Kontrak

  Oleh : Edi Jatmiko, Pengamat Kebijakan Publik Omnibus law Ciptaker adalah solusi bagi dunia tenaga kerja, termasuk para pegawai…

Pemerintah Pastikan Vaksin Aman untuk Masyarakat

  Oleh : Raavi Ramadhan, Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor Pemerintah telah menetapkan target bahwa vaksin Covid-19 akan tersedia dan terjangkau…