Danai Kebutuhan Modal Kerja - Goodyear Ngutang Ke BNP Paribas Rp 280 Miliar

NERACA

Jakarta - Emiten produsen ban, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menambah fasilitas pinjaman senilai Rp280 miliar dari PT BNP Paribas Indonesia. Hal itu tertuang dalam perjanjian ulang antara perseroan dan BNP Paribas pada tanggal 14 September 2020. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan bahwa priode faslitas pinjaman hingga tanggal 31 Agustus 2021.

Rencananya, penggunaan penambahan fasilitas pinjaman untuk membiayai kebutuhan modal kerja perseroan. Untuk diketahui, pada tanggal 21 Februari 2020, perseroan dan BNP Paribas mengikat janji pinjam meminjam dana sebesar Rp140 miiiar. Rincinya, BNP Paribas memberikan faslitas pinjaman senilai Rp140 miliar sampai dengan 28 Februari 2020. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2020, tercatat fasilitas yang telah ditarik BNP Paribas sebesar US$ 8,54 juta atau setara Rp123,83 miliar, berdasarkan nilai tukar US$ 1 setara Rp14.500.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan utang jangka pendek senilai US$ 18,042 juta kepada The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd (HSBC). Sebagai informasi, pandemi Covid-19 menjadi pil pahit bagi PT Goodyear Indonesia Tbk karena harus memaksa menghentikan sementara produksi sampai kondisi pulih. Maka untuk menekan dampak lebih buruk lagi, perseroan menyiapkan sejumlah strategi dan salah satunya menerapkan inisiatif pengurangan biaya, pengurangan belanja modal, dan mengamankan fasilitas pendanaan tambahan.

Perseroan menjelaskan, menjaga keberlangsungan usaha di saat gempuran Covid-19 membuat perseroan memiliki rencana yang kuat untuk kesinambungan usaha yang digunakan untuk mengelola tantangan dalam periode ini. Disebutkan, Goodyear mempunyai persediaan yang cukup dalam melakukan penjualan dan aktivitas pengiriman barang tetap berjalan normal selama kegiatan produksi dihentikan sementara. 

Perusahaan ban ini harus menutup sementara pabriknya dalam rangka memenuhi keputusan pemerintah daerah setempat untuk mencegah penyebaran virus corona. Berhentinya produksi ini juga diiringi berkurangnya utilisasi pabrikan di tahun 2020. Dimana kapasitas terpasang pabrik Goodyear Indonesia diketahui mencapai 12.000 ban per hari.  Asal tahu saja, perseroan memutuskan untuk menghentikan sementara produksi pabrik. Kegiatan operasional pabrik dihentikan mulai 20 April - 3 Mei 2020. Penghentian sementara kegiatan produksi merupakan wujud kontribusi perseroan sebagai warga korporat untuk mematuhi himbauan Walikota Bogor serta peraturan Kementerian Kesehatan wilayah Jawa Barat. Pabrik Goodyear terletak di Bogor.

Perseroan sendiri berharap penghentian sementara ini tidak berdampak pada kelangsungan bisnis. Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan serta mengikuti perubahan pasar yang terjadi selama kondisi global tidak menguntungkan. Tercatat sepanjang tahun 2019 kemarin, Goodyear Indonesia membukukan pendapatan US$ 139,31 juta, turun dari 12,89% secara year on year (yoy). Kontribusi pendapatan berasal dari penjualan dalam negeri US$ 81,89 juta angka tersebut turun dibandingkan tahun 2018 sebesar US$ 86,03 juta dan ekspor US$ 57,42 juta. Dimana penjualan ekspor di tahun lalu turun dibandingkan tahun 2018 sebesar US$ 73,89 juta.

Goodyear mencatat rugi US$ 264.578 pada akhir 2019 dari tahun 2018 yang masih untung bersih US$ 505.306.  Meski penjualan menurun, perseroan masih bisa mengimbangi hal itu dengan menekan beban pokok penjualan hingga 16,24%. Per akhir 2019, beban pokok tercatat penjualan senilai US$122,13 juta.

BERITA TERKAIT

XL Perketat Protokol Kesehatan Karyawan dan Mitra Kerja

      Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan tidak ada satu pun karyawan yang bertugas di area…

ASN Harus Jadi Pionir Dalam Memerangi Covid-19

Membagun kedisplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, menjadi kata kunci dalam menekan penyebarannya. Hanya saja membangun…

Ikut Perangi Dampak Covid-19 - Maybank Indonesia Bantu Finansial Debitur

Penanganan virus corona atau Covid-19 beserta dampaknya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu peran serta pihak swasta seperti…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

XL Perketat Protokol Kesehatan Karyawan dan Mitra Kerja

      Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan tidak ada satu pun karyawan yang bertugas di area…

ASN Harus Jadi Pionir Dalam Memerangi Covid-19

Membagun kedisplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, menjadi kata kunci dalam menekan penyebarannya. Hanya saja membangun…

Ikut Perangi Dampak Covid-19 - Maybank Indonesia Bantu Finansial Debitur

Penanganan virus corona atau Covid-19 beserta dampaknya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu peran serta pihak swasta seperti…