Bengkel Prabuss: Self Services, Education, and Fun

NERACA

Jakarta - Dalam pemahaman banyak orang, bengkel mobil adalah tempat untuk memperbaiki dan perawatan mobil. Ketika ada masalah dengan mobilnya, maka bengkel yang akan dituju. Begitu juga untuk sekadar perawatan rutin berkala, seperti ganti oli dan sebagainya.

 

Namun, tidak demikian dengan Bengkel Prabuss (Prabuss Auto Works) di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. Lokasi tepatnya, persis di seberang mal ternama, Kota Kasablanka atau Kokas.

 

"Saya tidak mau buka bengkel yang biasa-biasa saja. Bengkel Prabuss berkonsep self services, education, and fun. Ketiganya saling terkait dan melengkapi", ungkap pemilik bengkel Prabuss, Prakoso Budi Susetyo, kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Self services, artinya si pemilik mobil diberi kesempatan untuk mengutak-atik mobilnya sendiri. Prabuss hanya menyewakan tempat dan peralatan yang dibutuhkan.

 

"Pemilik mobil dipersilakan bawa montir dan sparepart sendiri. Kalau tidak, ya kita yang siapkan," ucap Prakoso yang akrab disapa Koko.

 

Koko yang sudah merintis bengkel sejak 1993, mengajak pemilik mobil untuk mengerti dan memahami kondisi mobilnya sendiri. Minimal tahu bagaimana membuka tutup oli dan mengganti oli atau membuka busi."Menumbuhkan rasa memiliki mobil, tidak sekadar punya mobil", tandas Koko.

 

Dalam istilah Koko, bila sudah 'mentok', barulah para montir profesional dari Prabuss yang turun tangan."Meski self services, kita tetap lakukan pendampingan. Pemilik mobil jadi tahu apa penyakit sebenarnya dari mobilnya, karena dia ikut terlibat dalam bongkar pasang mesinnya," jelas Koko.

 

Bagi Koko, dari konsep self services tersebut, pihaknya ingin memberikan edukasi (education) kepada pemilik mobil. Minimal, untuk hal-hal yang ringan sampai perbaikan berat sekali pun.

 

"Jadi, ketika ada masalah di jalan dengan mobilnya, dia tahu apa penyakitnya, dan juga tahu apa yang harus dilakukan. Minimal, bila bermasalah di jalan, karena tahu penyakitnya apa, dia tidak akan bisa dibohongi montir di jalan," kata Koko.

 

Respon konsumen terbilang positif. Lihat saja, meski Prabuss sudah menyediakan ruang tunggu yang nyaman, namun para konsumen lebih betah ikut terlibat dalam penanganan dan perbaikan mobilnya.

 

"Para konsumen lebih banyak ikut di bawah, di samping mobilnya, ketika montir bekerja. Apalagi, montir-montir di Prabuss kita arahkan untuk komunikatif dengan pemilik mobil terkait kondisi mobilnya," tukas Koko.

 

Lantas, apa hubungannya dengan konsep fun? Di Bengkel Prabuss, terpajang aneka mobil retro supercar (sebagian besar mobil JDM atau Japan Domestic Market) yang memiliki cerita, kisah, dan sejarah tersendiri. Dari mulai Toyota Supra MK4, Nissan GTR R32, R33, dan R34, Honda NSX, Mitsubishi 3000 GT, Toyota AE 86, serta Toyota Celica GT Four.

 

Para konsumen bisa melakukan Garage Tour in Dream Garage (Garasi Impian), menyaksikan dan menyentuh langsung mobil-mobil impian dan langka yang jarang ditemui di jalanan di Indonesia.

 

"Saya terkadang bercerita kisah dan sejarah di balik mobil tersebut untuk pengetahuan konsumen. Tapi, tak jarang juga ada konsumen yang paham betul lalu bercerita tentang cerita mobil tersebut, termasuk jenis-jenis mesinnya. Dan saya menjadi pendengarnya," kata Koko lagi.

 

Tak hanya melihat deretan mobil langka, Koko pun menyiapkan satu lantai khusus di lantai 3 untuk memajang sekitar 200 pasang velg langka dan klasik. Dari velg buatan Jepang hingga Eropa tersusun rapi layaknya buku di perpustakaan.

 

Koko mengakui, film layar lebar Fast and Farious yang mengangkat kembali citra mobil retro jenis supercar hingga berbandrol selangit."Dulu waktunya belinya sih murah, tapi sekarang jangan ditanya. Harga retro supercar bisa mencapai miliaran rupiah", pungkas Koko. Mohar/Rin

 

 

BERITA TERKAIT

Literasi Gizi di Sekolah, Frisian Flag Tingkatkan Peran Guru dan Orangtua

      PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Sabtu (26/9) menggelar kegiatan webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua…

Mengajak Anak untuk Mampu Berani Bersikap atas Persoalan Perkawinan Anak

      Menurut Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Bappenas, 2020), perkawinan anak merupakan isu yang kompleks. Pasalnya ada banyak…

Enam Bentuk Kerjasama Sekolah dengan Orangtua

  Bukan jamannya lagi orangtua menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan anaknya ke sekolah. Bukan jamannya lagi pula bila keberhasilan atau kegagalan…

BERITA LAINNYA DI

Literasi Gizi di Sekolah, Frisian Flag Tingkatkan Peran Guru dan Orangtua

      PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Sabtu (26/9) menggelar kegiatan webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua…

Mengajak Anak untuk Mampu Berani Bersikap atas Persoalan Perkawinan Anak

      Menurut Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Bappenas, 2020), perkawinan anak merupakan isu yang kompleks. Pasalnya ada banyak…

Enam Bentuk Kerjasama Sekolah dengan Orangtua

  Bukan jamannya lagi orangtua menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan anaknya ke sekolah. Bukan jamannya lagi pula bila keberhasilan atau kegagalan…