Perkuat Modal, Bekasi Fajar Absen Bagikan Dividen

Dalam rangka memperkuat modal dalam ekspansi bisnisnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Kemudian mempertimbangkan kondisi pasar properti yang lesu dan juga ekonomi yang terkoreksi akibat dampak pandemi Covid-19, emiten kawasan industri juga merevisi target penjualan dari 30 hektar menjadi 10-15 hektar lahan,”Guna menjaga keberlangsungan usaha, tahun ini kita revisi target penjualan jadi 10-15 hektar,”kata Investor Relatioan Bekasi Fajar, Sri di Bekasi, Jum’at(14/8).

Menurutnya, revisi target penjualan ini karena kondisi pasar yang lesu dan beberapa permintaan calon investor yang terpaksa menunda. Kendati demikian, perseroan memiliki permintaan lahan hingga Juni 2020 sebesar 63 hektar. Selama tahun 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk meraih penjualan tanah industri seluas 16 hektar. Pada tahun 2019, total pendapatan Perseroan sebesar Rp 951 miliar menurun 1%  dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp 963 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan tanah sebesar Rp 796 miliar. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2019.

Di tengah pandemi Covid-19 yang cukup menantang, Perseroan memproyeksikan kinerja moderat untuk tahun 2020 dan Perseroan merevisi target penjualan menjadi 10-15 hektar dengan harga rata-rata penjualan Rp 2,6 juta-3,2 juta/m2. Perseroan belum menambah penjualan lahan industri di semester satu 2020 namun menargetkan membukukan lebih banyak penjualan  lahan terutama di semester dua 2020.

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk akan terus fokus pada bisnis kawasan industri.  Sebagai salah satu pelopor pengembang kawasan industri yang telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun,  Perseroan tetap percaya pada potensi perkembangan investasi industri manufaktur dan bisnis lainnya seperti logistik  seturut dengan pertumbuhan permintaan domestik yang sangat besar.  Terutama di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Perusahaan akan melanjutkan pengembangan, termasuk sarana dan fasilitas dan memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan.

Seperti yang diketahui Kawasan MM210 akan dilewati oleh JORR II Cibitung – Cilincing dan para penghuni kawasan akan mendapatkan keuntungan dari penambahan akses dan konektivitas di MM2100. Selain itu Kawasan MM2100 juga akan mendapatkan manfaat dari rencana infrastruktur pemerintah ke depanTol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Tanjung Priok dan pembangunan Pelabuhan Patimban.

BERITA TERKAIT

BNI Syariah Beri Pembiayaan Medco Power

Danai tambahan modal kerja dan biaya operasional, PT BNI Syariah memberikan pembiayaan kepada PT Medco Power Indonesia sebesar Rp 400…

PTBA Kembangkan PLTS di Bandara Soetta

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di bandar udara Tanah Air bekerja sama dengan…

Laba Sinar Mas Multiartha Turun 6,83%

Tercatat hingga akhir Juni 2020, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (BSIM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp593,3 miliar atau turun 6,83% dibanding priode…

BERITA LAINNYA DI

BNI Syariah Beri Pembiayaan Medco Power

Danai tambahan modal kerja dan biaya operasional, PT BNI Syariah memberikan pembiayaan kepada PT Medco Power Indonesia sebesar Rp 400…

PTBA Kembangkan PLTS di Bandara Soetta

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di bandar udara Tanah Air bekerja sama dengan…

Laba Sinar Mas Multiartha Turun 6,83%

Tercatat hingga akhir Juni 2020, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (BSIM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp593,3 miliar atau turun 6,83% dibanding priode…