BMTR Gelar Private Placement Rp 140 Miliar

NERACA

Jakarta – Rencana aksi korporasi PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melakukan private placement sebagai upaya pendanaan ekspansi bisnisnya di pasar mendapatkan restu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) beberapa waktu lalu. Perseroan bakal menggelar private placement dengan nilai transaksi Rp 140 miliar pada 24 Agustus 2020.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan akan menerbitkan 700 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200. Dengan demikian, total transaksi mencapai Rp140 miliar. Jadwal pelaksanaan PMTHMETD pada 24 Agustus 2020 dan sedangkan pemeberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 26 Agustus 2020. Sementara itu, setelah membukukan penyusutan pendapatan dan laba sepanjang paruh pertama tahun ini, PT Global Mediacom Tbk. optimistis dapat membalikkan keadaan mulai kuartal III/2020.

Kata Direktur Global Mediacom, David Fernando Audy, adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai buntut dari pandemi Covid-19 di paruh pertama tahun ini berdampak secara tidak langsung terhadap perseroan. Pasalnya, tutur David, PSBB membuat pendapatan mayoritas industri anjlok dan memaksa perusahaan-perusahaan untuk melakukan efisiensi pengeluaran, termasuk memangkas anggaran belanja iklan sehingga berdampak pada pemasukan anak usaha perseroan, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN).”Sebenarnya MNCN saat itu sedang bagus, karena orang di rumah, penonton naik. Tapi iklan turun, karena situasi tidak pasti jadi klien-klien ini takut dan akhirnya cut bujet iklan,” jelas David.

Meskipun demikian, dirinya optimistis keadaan bisa berbalik apalagi saat ini PSBB mulai dilonggarkan dan aktivitas bisnis mulai kembali berjalan. Menurutnya, meski situasi belum sepenuhnya kembali pada keadaan sebelum pandemi, tapi tanda-tanda pemulihan sudah terlihat, termasuk pada belanja iklan dari klien-klien MNCN yang mulai mengalami peningkatan.”Kita udah mulai rasain. Misalnya belanja iklan rokok, itu HMSP sekarang naik banyak di MNCN. Terus yang lain-lain juga banyak. Kalau klien kita doing well, spending mereka juga pasti meningkat,” tutur David.

David mengatakan kondisi ini juga akan tertolong dengan adanya berbagai kebijakan dan setimulus dari pemerintah seperi program pemulihan ekonomi nasional (PEN), penurunan suku bunga, dan kucuran likuiditas kepada perbankan.”Pemerintah mendukung ekonomi kita secara substantial dan anggaran stimulus juga kan mulai terealisasi jadi saya percaya kuartal tiga mestinya lebih bagus. Nggak kelihatan apa yang bakal bikin jelek, saya sih nggak lihat,” ujarnya.

Pada semester pertama 2020, perseroan membukukan pendapatan Rp5,86 triliun, turun 7,84% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp6,36 triliun. Penurunan tersebut diakibatkan susutnya pendapatan iklan nondigital atau iklan konvensional yang menjadi kontributor utama perseroan. Pendapatan yang berasal dari MNCN ini turun 13,51% secara year on year menjadi Rp 3,20 triliun.

BERITA TERKAIT

Medco Energy Raup Dana Rp 1,87 Triliun

NERACA Jakarta- Dibalik sentimen negatif pandemi Covid-19, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil menyelesaikan penambahan modal dengan hak memesan…

Indika Energy Bukukan Rugi US$ 21,91 Juta

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan beban rugi bersih sebesar US$ 21,91 juta,…

Jaga Kinerja Keuangan di Pandemi - AirAsia Perkuat Rute Penerbangan Domestik

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kinerja industri penerbangan, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiasatinya dengan melalui penguatan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Medco Energy Raup Dana Rp 1,87 Triliun

NERACA Jakarta- Dibalik sentimen negatif pandemi Covid-19, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil menyelesaikan penambahan modal dengan hak memesan…

Indika Energy Bukukan Rugi US$ 21,91 Juta

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan beban rugi bersih sebesar US$ 21,91 juta,…

Jaga Kinerja Keuangan di Pandemi - AirAsia Perkuat Rute Penerbangan Domestik

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kinerja industri penerbangan, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiasatinya dengan melalui penguatan…