Sektor Properti Zaman Pandemi, Digitalisasi Hingga Momen untuk Membeli

NERACA

Jakarta - Sektor properti, mau tidak mau, juga sangat terpengaruh oleh penyebaran wabah COVID-19 yang telah meluluhlantakkan beragam aspek perekonomian di Tanah Air dan dunia.


Salah satu fenomena yang terdampak dalam sektor properti adalah pasar digital, yang ke depannya diperkirakan penawaran dan penjualan properti juga bakal lebih semarak di dunia maya.


"Dari sisi
developer akan mengganti strategi penjualan. Dari yang awalnya lebih banyak fokus secara offline, diganti dengan lebih banyak secara online," kata Senior Associate Director Colliers International (konsultan properti), Ferry Salanto, di Jakarta, Rabu (8/7).


Selain itu, pengembang juga diprediksi bakal lebih banyak menggunakan iklan dalam pencegahan COVID-19, seperti pemberitahuan kepada pengunjung dan karyawan agar harus mematuhi protokol kesehatan selama berkunjung ke lokasi proyek atau galeri pemasaran atau unit pamer.


Sejumlah strategi penjualan yang bisa digunakan dalam memasarkan proyek properti dalam teknologi digital, misalnya dengan menggunakan teknologi VR (Virtual Reality).


Mengenai dampak pandemi terhadap kinerja penjualan rumah hunian, Ferry berpendapat akan ada sedikit penyesuaian harga jual setelah tertahan pada kuartal sebelumnya, serta membuat cara bayar yang lebih meringankan seperti memperpanjang tenor cicilan atau menghilangkan uang muka.


Sementara itu, dari sisi konsumen, mayoritas orang yang membeli properti residensial saat ini dinilai adalah investor, yang diperkirakan bakal menahan pembelian karena harus mengalokasikan dana untuk keperluan lain yang lebih penting pada saat ini.


Kemungkinan besar pasar apartemen baru akan pulih pada tahun depan sesuai dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan membaik di tahun depan apabila pandemi berakhir.


Walaupun banyak pengembang yang menunjukkan stagnasi atau terhambatnya pertumbuhan harga atau kesukaran dalam memasarkan produk yang mereka miliki, ada sejumlah proyek yang menyiratkan optimisme pada masa pandemi.


Contohnya, pengembang Lavon dengan proyeknya Lavon by SwanCity di Tangerang New Industri City, mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan dengan berhasil menjual sekitar 150 unit pada bulan April 2020.


"Meskipun pandemi telah menyebabkan pelemahan ekonomi, namun kami mengalami sisi lain dari dampak tersebut berupa peningkatan permintaan hunian di Lavon. Selama April 2020, ketika efek pandemi COVID-19 terasa sangat sulit, 150 unit rumah di Lavon terjual kepada pelanggan. Itu membuktikan bahwa masa pandemi sebenarnya merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi rumah," kata Direktur Pemasaran Lavon, Arnold Montana.


Ia mengemukakan bahwa pengadopsian strategi berbasis virtual dan program promosi yang menarik berkontribusi besar bagi performa penjualan Lavon.


Arnold memaparkan, pihaknya menggunakan semua
platform digital yang potensial, termasuk web site, media sosial, dan aplikasi telepon pintar, dengan tujuan menghadirkan tur atau viewing perumahan Lavon tanpa harus keluar rumah.


Selama pandemi ini, hampir 4 juta pengunjung telah bergabung dengan kampanye digital yang dilakukan Lavon.


Ekspatriat

Salah satu contoh jenis properti yang sangat terdampak dari pandemi adalah pasar penyewaan residensial atau hunian untuk ekspatriat atau Warga Negara Asing di Jakarta.


Ferry Salanto menjelaskan, fenomena tersebut karena banyak ekspatriat baru yang tidak bisa datang ke Indonesia karena sebagian juga mengalami karantina wilayah di negaranya.


Sedangkan ekspatriat lama yang tinggal di ibukota, lanjutnya, banyak yang harus kembali ke negara masing-masing saat terjadinya pandemi.


"Akibatnya banyak terjadi pembatalan sewa tempat tinggal (oleh ekspatriat). Banyak perusahaan yang terkena imbas dari penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), seperti usaha yang harus ditutup, pembatalan even dan proyek baru, dan pemotongan anggaran perusahaan," paparnya.

Meski banyak efek negatif pada pandemi saat ini, pengamat properti sekaligus Business Development Executive Ray White Indonesia, Robby Simon mengatakan pasar properti Tanah Air mulai membaik pada kuartal II/2020, sebab daya beli terlihat bergerak positif. Mohar/Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Survei: Pemerintah Berperan Pulihkan Sektor Properti

NERACA Jakarta - Hasil survei yang dilaksanakan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jakarta terhadap pengembang di…

Hotel Jadi Sektor Properti Pertama Terdampak PSBB

NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International memprediksikan bahwa perhotelan menjadi sektor properti pertama yang bakal terdampak kebijakan pembatasan sosial…

Pemerintah Perlu Cari Terobosan Atasi Defisit Perumahan

NERACA Jakarta - Anggota Badan Legislasi DPR RI Mulyanto menyatakan, pemerintah perlu mencari terobosan dan regulasi yang inovatif dalam rangka…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Survei: Pemerintah Berperan Pulihkan Sektor Properti

NERACA Jakarta - Hasil survei yang dilaksanakan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jakarta terhadap pengembang di…

Hotel Jadi Sektor Properti Pertama Terdampak PSBB

NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International memprediksikan bahwa perhotelan menjadi sektor properti pertama yang bakal terdampak kebijakan pembatasan sosial…

Pemerintah Perlu Cari Terobosan Atasi Defisit Perumahan

NERACA Jakarta - Anggota Badan Legislasi DPR RI Mulyanto menyatakan, pemerintah perlu mencari terobosan dan regulasi yang inovatif dalam rangka…