Moodys Pangkas Peringkat Soechi Lines

NERACA

Jakarta – Melorotnya kinerja keuangan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) di kuartal pertama 2020 menjadi pertimbangan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service menurunkan peringkat kredit PT Soechi Lines Tbk. Peringkat utang dipangkas seiring dengan kerugian yang dialami oleh Soechi Lines di bisnis galangan kapal. 

Analis Moody’s Stephanie Cheong dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, penurunan peringkat ini didorong oleh kerugian terus menerus di operasi galangan kapal. Disebutkan, Moody’s menurunkan corporate family rating (CFR) Soechi Lines dari B1 menjadi B2. Prospek atau outlook perseroan tetap dipertahankan negatif. Penurunan peringkat tersebut mencerminkan ekspektasi Moody's terhadap metrik kredit Soechi yang dinilai akan tetap lebih lemah dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

Lebih lanjut, Stephanie menjelaskan bahwa prospek negatif mencerminkan risiko pembiayaan kembali pinjaman sindikasi senilai US$83 juta yang akan jatuh tempo pada Agustus 2021. Saat ini, pengaturan pembiayaan kembali tengah dirundingkan. Moody’s memprediksi kerugian operasional dari bisnis galangan kapal terus berkembang hingga 2020—2021. Asal tahu saja, perseroan tengah berjuang memulihkan kontrak baru dengan pesanan menguntungkan di tengah wabah Covid-19.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat internasional itu juga memperkirakan pendapatan dari bisnis pengiriman sedikit menurun pada 2020. Permintaan domestik terhadap bahan bakar yang memburuk berpotensi menghambat pembaharuan kontrak sewa perseroan. Moody’s mencatat total saldo kas perusahaan senilai US$62 juta pada 30 Juni 2020 dan perkiraan free cash flow US$27 juta tidak akan cukup menutupi utang jatuh tempo sekitar US$98 juta dalam 18 bulan berikutnya.

Jumlah itu terdiri atas pembayaran amortisasi utang terjadwal sekitar US$15 juta dan US$83 juta terutang berdasarkan pinjaman sindikasi yang jatuh tempo pada Agustus 2021. Pihaknya memperkirakan Soechi bergantung pada pendanaan eksternal untuk mengatasi utang jatuh tempo. Sebagai informasi, di kuartal pertama 2020, SOCI mengalami penurunan laba bersih menjadi US$ 97,95 ribu dari US$ 6,17 juta pada kuartal pertama 2019. Penurunan laba ini terutama dipengaruhi oleh penurunan pendapatan dan rugi selisih kurs.

Sementara jumlah pendapatan bersih perseroan di Kuartal I-2020 tercatat menurun menjadi US$ 34,74 juta dari US$ 40,29 juta pada kuartal I-2019.Namun, pada tiga bulan pertama tahun ini perseroan mampu menurunkan beban pokok pendapatan menjadi US$ 23,89 juta dibanding pada periode yang sama di 2019 yang mencapai US$ 25,89 juta. Sehingga, laba kotor SOCI pada kuartal pertama tahun ini tercatat senilai US$ 11,84 juta.

BERITA TERKAIT

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…