Panca Global Bagikan Dividen Rp 17 Miliar

NERACA

Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) pada 7 Agustus lalu memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2019 senilai Rp 17 miliar atau sebesar Rp 6 untuk setiap saham di bulan depan. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, daftar pemegang saham (DPS) atau recording date pembagian dividen akan digelar pada 24 Agustus 2020. Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan dilakukan pada 18-19 Agustu 2020.

Sedangkan cum dan ex dividen di pasar tunai akan dilakukan pada 24-25 Agustus 2020. Kemudian, pembagian dividen tunai akan dilakukan pada 10 September 2020. Selain itu, perseroan juga menyisihkan dana sejumlah Rp 50 juta yang akan dialokasikan sebagai cadangan. Kemudian, sisanya sejumlah Rp 15 miliar dialokasikan untuk modal kerja perseroan dan sebagai laba yang ditahan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2019, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan 40,96% atau menjadi Rp 33,02 miliar dibandingkan dengan peroleh di tahun 2018 yang membukukan sebesar Rp 55,93 miliar. Penurunan tersebut juga terjadi pada pendapatan usaha perseroan yang terkoreksi menjadi Rp 28,14 miliar atau turun 50,90% dari perolehan di periode sama tahun 2018 yang mencatatkan sejumlah Rp 57,32 miliar.

Sementara itu, di semester I-2020 pendapatan usaha perseroan engalami rugi menjadi Rp 21,25 miliar dari sebelumnya yang memperoleh pendapatan sejumlah Rp 77,30 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami rugi menjadi Rp 21,23 miliar dari sebelumnya memperoleh laba Rp 81,62 miliar.

Kata Sekertaris Perusahaan Panca Global Kapital, Marika Purnamasari, kerugian ini akibat oleh penurunan harga pasar portofolio efek yang dimiliki perseroan, dan pihaknya berharap dapat menaikan kembali pada semester kedua tahun ini. Meskipun perseroan mengalami kerugian di semester I-2020, Marika menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap berusaha untuk bisa mencapai target pendapatan usaha dan laba bersih hingga akhir tahun.

Dia mengatakan bahwa untuk pendapatan usaha di targetkan sebanyak Rp 29,54 miliar dan laba bersih sejumlah Rp 40,50 miliar. “Seperti yang kita ketahui bersama tentang pandemi Covid-19, cukup sulit untuk menetapkan strategi usaha kedepannya. Namun, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan kinerja perseroan menjadi lebih baik dari tahun 2019,” ujar dia.




BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…