Pertamina Menggandeng Peruri Perkuat Integritas dan Transparansi

NERACA

Jakarta - Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat integritas dan transparansi, Pertamina menggandeng Perum Peruri dalam pemanfaatan sertifikat elektronik, solusi digital, kode security hingga tanda tangan elektronik untuk meningkatkan keamanan transaksi elektronik dan layanan keamanan digital lainnya. 

Komitmen ini tertuang dalam MoU antara PT Pertamina (Persero) dengan Perum Peruri yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan Direktur Utama Perum Peruri, Dwina Septiani. 

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, untuk menjalankan aktivitas perusahaan yang lebih baik, perlu transformasi organisasi dengan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), termasuk insan Pertamina yang menjalankannya.  

“Faktor utama keberhasilan transformasi adalah integritas dari seluruh pekerja” tegas Nicke. 

Nicke menambahkan, nota kesepahaman ini juga merupakan salah satu bagian implementasi dari ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di perusahaan dan sejalan dengan tata nilai BUMN (AKHLAK), terutama untuk memegang teguh kepercayaan yang diberikan. 

Nicke berharap kerja sama ini dapat memberikan peningkatan kualitas layanan yang lebih baik lagi kepada seluruh stakeholder dan customer, termasuk memberikan jaminan keaslian dari produk-produk Pertamina. Perum Peruri digandeng Pertamina karena telah terbukti dapat memberikan layanan digital security  dengan level keamanan tinggi dan terbaik. 

"Semoga kerja sama ini bisa menjadi salah satu bentuk kontribusi Pertamina kepada Indonesia untuk menjadikan negara kita sebagai negara yang kuat dan berintegritas serta dapat memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia,” imbuh Nicke.  

Dwina Septiani, Direktur Utama Perum Peruri menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk mendukung proses transformasi digital dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja, pola kerja terpadu, terarah dan berkesinambungan di Pertamina. 

“Kami siap mendukung Program Digitalisasi Pertamina untuk mendukung proses bisnis Pertamina sehingga dapat mewujudkan Perusahaan yang memiliki daya saing global dan tetap bersih serta transparan,”ujar Dwina. 

Ruang lingkup nota kesepahaman meliputi pemanfaatan produk dan layanan Peruri Code, Peruri Sign dan Peruri Trust.

Peruri Code merupakan kode unik yang diproduksi sistem Peruri pada label sekuriti dokumen dan atau media lainnya untuk menyimpan informasi publik dan privat di dalamnya. Peruri Code memiliki peranan penting untuk penjaminan keaslian (authentication), kontrol distribusi (supply chain), dan penjaga brand image.

Peruri Sign merupakan platform yang dimiliki Peruri untuk menjamin kerahasiaan data (confidentiality), melindungi integritas isi dokumen (data integrity), menjamin keaslian data (authentication) dan jaminan nirsangkal (non-repudiation) dari suatu dokumen elektronik sehingga dapat diketahui keabsahan dan keasliannya.

Peruri Trust merupakan platform digital Peruri yang memanfaatkan produk Peruri Code dan atau Peruri Sign untuk dapat melakukan fungsi pengawasan atau end-to-end real time monitoring.

Penandatanganan MoU antara Pertamina dengan Perum Peruri sejalan dengan program restrukturisasi Pertamina untuk melakukan transformasi berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada stakeholder, terutama masyarakat, dalam penyediaan energi nasional.

Disisi lain, Pertamina meyakini  Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) yang telah terintegrasi dengan Refinery Unit IV Kilang Cilacap telah meningkatkan kemandirian energi.

"Ini merupakan pencapaian penting, setelah setahun PLBC berjalan, Pertamina optimis telah meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional," ujar Chief Executive Officer PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang.

Kilang Cilacap merupakan kilang terbesar Pertamina, dengan kapasitas pengolahan crude mencapai 348 ribu barel per hari, setara dengan 33% dari kapasitas kilang Indonesia secara total. Paska PLBC, lanjut Ignatius Tallulembang, Kilang Cilacap mampu memproduksi BBM lebih ramah lingkungan setara Euro 4, dan meningkatkan produksi produk BBM Pertamax dari 1 juta barel per bulan menjadi 1,6 juta barel per bulan.

Selain itu, dalam pelaksanaan PLBC, Pertamina mampu mencatat TKDN yang melampaui target yakni 41,52 % atau diatas aturan pemerintah yang menetapkan standar 30%.

Project dengan nilai investasi sebesar US$392 Juta tersebut pun berdampak positif bagi masyarakat dan menggerakkan perekonomian, karena proyek ini telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan GDP sebesar 0,12 Persen.

Sebagai mitra dalam pembangunan PLBC, Direktur JGC Indonesia Suryadi Kresno, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian kinerja kedua pihak atas kerjasama tersebut.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang sejak awal bisa membangun hubungan kerja yang bagus. Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam pembangunan PLBC dan memberikan kontribusi bagi kemandirian energi di Indonesia," ungkap Suryadi.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Pertamina Menambah Jumlah Pertashop Di Jambi dan Poso

NERACA Jambi - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) kini telah mengoperasikan 13…

Kinerja Sektor Tekstil Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan produksi bagi pelaku industri…

Proyek TPPI Menekan Impor Produk Kimia

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung penuh proyek revamping PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur. Pasalnya, proyek pembenahan…

BERITA LAINNYA DI Industri

Pertamina Menambah Jumlah Pertashop Di Jambi dan Poso

NERACA Jambi - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) kini telah mengoperasikan 13…

Kinerja Sektor Tekstil Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan produksi bagi pelaku industri…

Proyek TPPI Menekan Impor Produk Kimia

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung penuh proyek revamping PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur. Pasalnya, proyek pembenahan…