BEI Beri Sanksi Denda Bagi 43 Emiten

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, sebanyak 43 perusahaan tercatat di bursa diwajibkan membayar denda akibat belum menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir pada 31 Maret 2020. Pasalnya, dari seluruh 799 perusahaan tercatat di bursa baru 628 yang menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir 31 Maret 2020 dengan tepat waktu.

Adapun 7 emiten berbeda tahun bukunya tapi telah menyampaikan laporan keuangan sesuai tenggat yang ditentukan. Ada pula 117 emiten yang tidak diwajibkan menyampaikan laporan keuangannya. Sementara ada 43 yang hingga tanggal 30 Juli 2020 belum menyampaikan laporan keuangannya dan telah dikenakan peringatan tertulis II dan denda Rp50 juta.

Beberapa perusahaan tercatat yang dikenai denda keterlambatan tersebut antara lain PT Indofarma Tbk. (INAF), PT Medco Energi International Tbk. (MEDC), PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA), PT Global Teleshop Tbk. (GLOB), dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE). Seperti diketahui, perusahaan tercatat wajib menyampaikan laporan keuangan interim selambat-lambatnya satu bulan setelah tanggal laporan yang dimaksud. Adapun terkait dengan situasi pandemi, otoritas bursa memberikan relaksasi dan memperpanjang batas waktunya.

Berdasarkan SK Direksi BEI No.Kep-00027/BEI/03-2020 tanggal 20 Maret 2020 perihal relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan, batas akhir penyampaian laporan keuangan triwulan I/2020 diperpajang hingga 30 Juni 2020. Adapun, apabila mulai hari kalender ke-31 hingga hari kalender ke-60 sejak lampaunya batas waktu tersebut, perusahaan tercatat tetap tidak memenuhi kewajibannya maka bursa memberikan surat peringatan tertulis II dan denda Rp50 juta.

Maka dengan demikian, batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim yang berakhir per 31 Maret 2020 yang tidak diaudit dan tidak ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik setelah peringatan tertulis I adalah tanggal 30 Juli 2020.

 

BERITA TERKAIT

Dirut Sritex Didaulat Jadi Ketua Umum AEI

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Iwan Setiawan Lukminto terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia…

Saham Sumber Global Energy Masuk UMA

Perdagangan saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga…

Pefindo Biro Kredit Rombak Pengurus

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pefindo Biro Kredit memutuskan untuk merombak susunan pengurus dalam rangka memperkuat manajemen…

BERITA LAINNYA DI

Dirut Sritex Didaulat Jadi Ketua Umum AEI

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Iwan Setiawan Lukminto terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia…

Saham Sumber Global Energy Masuk UMA

Perdagangan saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga…

Pefindo Biro Kredit Rombak Pengurus

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pefindo Biro Kredit memutuskan untuk merombak susunan pengurus dalam rangka memperkuat manajemen…